Memilih paket travel umroh bukan sekadar soal harga murah atau fasilitas mewah. Kesalahan dalam memilih travel bisa berdampak besar, mulai dari ibadah yang tidak maksimal hingga kerugian finansial. Tidak sedikit jamaah yang menyesal karena tergiur promosi tanpa memahami detail dan tanggung jawab penyelenggara.
Islam mengajarkan kehati-hatian dalam muamalah. Prinsip tabayyun dan amanah wajib diterapkan saat memilih travel umroh agar ibadah berjalan tenang dan sesuai syariat.
1. Terpancing Harga Murah Tanpa Mengecek Legalitas
Kesalahan paling umum adalah memilih paket umroh karena harganya jauh di bawah pasaran. Banyak jamaah tidak mengecek apakah travel tersebut memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU).
Cara menghindarinya adalah dengan memastikan travel memiliki izin resmi dan terdaftar di Kementerian Agama. Legalitas bukan formalitas, tetapi bentuk perlindungan jamaah. Rasulullah ﷺ melarang transaksi yang mengandung unsur penipuan dan ketidakjelasan.
2. Tidak Memahami Isi Paket Secara Detail
Sebagian jamaah hanya fokus pada brosur dan janji lisan. Padahal detail paket seperti maskapai, hotel, jarak ke masjid, konsumsi, serta jadwal ziarah sangat menentukan kenyamanan ibadah.
Cara menghindarinya adalah meminta penjelasan tertulis dan membaca akad dengan teliti. Dalam Islam, transaksi harus jelas dan transparan agar tidak terjadi gharar.
3. Mengabaikan Kualitas Pembimbing Ibadah
Pembimbing ibadah sering dianggap hal sepele. Padahal bimbingan yang tidak sesuai sunnah bisa menjerumuskan jamaah pada praktik yang tidak berdalil.
Cara menghindarinya adalah memastikan travel memiliki pembimbing yang paham fiqih umroh, berakidah lurus, dan mampu membimbing jamaah dengan tenang. Ilmu lebih utama daripada sekadar pengalaman perjalanan.
4. Tidak Memperhatikan Rasio Pendamping dan Jamaah
Jumlah jamaah yang terlalu banyak tanpa pendamping memadai sering menyebabkan jamaah bingung, kelelahan, dan kurang terlayani, terutama lansia.
Cara menghindarinya adalah menanyakan rasio pembimbing dan tim pendamping. Pelayanan yang baik adalah bagian dari amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.
5. Mengabaikan Rekam Jejak dan Testimoni Nyata
Banyak jamaah hanya percaya iklan dan media sosial tanpa mengecek rekam jejak travel. Testimoni palsu dan promosi berlebihan sering menutupi masalah yang sebenarnya.
Cara menghindarinya adalah mencari testimoni jamaah sebelumnya, mengecek lama operasional travel, dan tidak ragu bertanya langsung. Prinsip kehati-hatian adalah bentuk menjaga harta dari kerugian.
Kesalahan Fatal yang Harus Diwaspadai
Selain lima poin di atas, kesalahan fatal lain adalah tidak memahami akad pembayaran, tidak menanyakan kebijakan pembatalan, dan menyerahkan uang tanpa bukti resmi. Semua ini bertentangan dengan prinsip muamalah Islam yang adil dan jelas.
Allah memerintahkan orang beriman untuk menunaikan amanah dan menepati akad.
Memilih Travel Umroh Sesuai Sunnah dan Amanah
Travel umroh bukan hanya penyedia jasa, tetapi mitra ibadah. Kejujuran, ilmu, dan pelayanan adalah kriteria utama, bukan sekadar harga dan fasilitas.
Jamaah yang memilih dengan ilmu akan beribadah dengan tenang dan fokus.
Agar Tidak Salah Pilih Paket Umroh
Luangkan waktu untuk bertanya, membandingkan, dan memastikan semua jelas sejak awal. Kesabaran dalam memilih akan menghindarkan penyesalan di kemudian hari.
Ingin Umroh Aman, Nyaman, dan Terbimbing dengan Benar?
Banyak jamaah ingin berangkat umroh tanpa rasa was-was dan khawatir tertipu. Pendampingan yang amanah dan transparan menjadi kebutuhan utama.
Haastour hadir sebagai travel umroh yang berizin resmi, transparan dalam akad, dan berkomitmen membimbing jamaah sesuai Al-Qur’an dan sunnah.
Konsultasikan perjalanan Umroh bersama Haastour sekarang.
