Umroh adalah ibadah yang memiliki tata cara jelas dan bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah. Kesalahan dalam umroh sering bukan karena niat, tetapi karena tidak memahami urutan dan batasan yang diajarkan Nabi ﷺ. Karena itu, memahami tahapan umroh sesuai sunnah adalah kewajiban agar ibadah sah dan bernilai.
Allah berfirman:
“Dan sempurnakanlah haji dan umroh karena Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 196)
Menyempurnakan berarti mengikuti tuntunan, bukan menambah atau mengurangi.
1. Ihram dari Miqat yang Ditentukan
Tahapan pertama umroh adalah ihram dari miqat. Miqat adalah batas tempat yang telah ditetapkan Nabi ﷺ. Tidak boleh melewatinya tanpa ihram bagi yang berniat umroh.
Di miqat:
- Mandi sunnah
- Memakai pakaian ihram
- Shalat sunnah (jika bukan waktu terlarang)
- Berniat umroh di hati dan dengan lisan
Niat yang benar:
Labbaika ‘umratan
“Aku penuhi panggilan-Mu untuk berumroh.”
Sejak niat, larangan ihram mulai berlaku.
2. Menjaga Larangan Ihram
Selama ihram, jamaah wajib menjauhi larangan seperti:
- Memotong rambut dan kuku
- Memakai wangi-wangian
- Berburu
- Hubungan suami istri
- Menutup kepala bagi laki-laki
Melanggar larangan dengan sengaja dapat mewajibkan dam.
Ini bukan formalitas, tetapi latihan ketaatan.
3. Thawaf Mengelilingi Ka’bah
Setibanya di Masjidil Haram, jamaah melaksanakan thawaf umroh sebanyak tujuh putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan Ka’bah selalu di kiri.
Ketentuan thawaf:
- Suci dari hadas
- Menutup aurat
- Tujuh putaran penuh
Tidak ada doa wajib khusus di setiap putaran. Boleh membaca doa apa saja atau dzikir yang dipahami.
Setelah thawaf, shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan.
4. Sa’i antara Shafa dan Marwah
Sa’i dilakukan dengan berjalan bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
Urutannya:
- Dimulai dari Shafa
- Berakhir di Marwah
Sa’i adalah rukun umroh. Jika ditinggalkan, umroh tidak sah.
Sa’i mengajarkan usaha dan tawakal, meneladani Siti Hajar yang berikhtiar sebelum pertolongan Allah datang.
5. Tahallul (Mencukur atau Memotong Rambut)
Setelah sa’i, jamaah melakukan tahallul:
- Laki-laki dianjurkan mencukur habis (halq)
- Perempuan cukup memotong ujung rambut
Tahallul menandai selesainya rangkaian umroh dan berakhirnya larangan ihram.
Rasulullah ﷺ mendoakan tiga kali bagi yang mencukur habis.
(HR. Bukhari dan Muslim)
6. Selesainya Ibadah Umroh
Setelah tahallul, umroh selesai. Jamaah boleh kembali memakai pakaian biasa dan melakukan aktivitas lain yang halal.
Namun adab tetap dijaga, karena berada di Tanah Suci.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Tidak ada tawaf wada’ dalam umroh
- Tidak ada ritual tambahan yang dicontohkan Nabi
- Tidak ada doa wajib dengan bacaan tertentu
- Yang dinilai adalah ketepatan rukun dan keikhlasan
Menambah ritual tanpa dalil berpotensi bid’ah.
Kesimpulan
Umroh yang sesuai sunnah adalah umroh yang sederhana, tertib, dan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ. Tidak perlu mencari amalan khusus yang tidak diajarkan. Cukup ikuti apa yang beliau contohkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ambillah dariku manasik kalian.”
(HR. Muslim)
Jika kamu ingin bimbingan umroh yang benar-benar fokus pada sunnah, tanpa tambahan amalan yang tidak ada dalilnya,
konsultasikan rencana umrohmu bersama Haastour.
Haastour mendampingi jamaah dari manasik hingga pelaksanaan ibadah agar umroh dilakukan dengan ilmu, tenang, dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
