Tips Sholat di Rawdah Tanpa Berdesak-desakan

Daftar Isi

Sholat di Rawdah adalah keutamaan, bukan kewajiban. Cara mengejarnya harus tetap menjaga adab, akhlak, dan keselamatan. Jika cara yang ditempuh justru menyakiti orang lain, maka itu sudah keluar dari ruh ibadah. Rasulullah ﷺ tidak pernah mengajarkan ibadah dengan menyakiti sesama.


Luruskan niat sejak awal

Niatkan sholat di Rawdah untuk mendekat kepada Allah, bukan sekadar harus dapat. Jika Allah mudahkan, itu nikmat. Jika tidak, pahala niat tetap dicatat. Ambisi berlebihan sering melahirkan dorong-mendorong, emosi, dan hilangnya adab. Ini bertentangan dengan sunnah.

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu lembut dan mencintai kelembutan dalam segala perkara.”
(HR. Muslim)


Manfaatkan sistem resmi, jangan melawan aturan

Akses Rawdah saat ini diatur dengan sistem resmi. Ikuti jadwal dan arahan petugas. Menyelinap, memaksa masuk, atau membantah petugas adalah pelanggaran adab di Masjid Nabawi. Ketaatan pada aturan termasuk bagian dari ketaatan selama tidak melanggar syariat.

Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah Rasul, dan ulil amri di antara kalian.”
(QS. An-Nisa: 59)


Pilih waktu yang relatif lengang

Waktu yang paling padat biasanya setelah Subuh dan setelah Isya. Jika ingin lebih tenang, pilih waktu di luar jam puncak. Jangan memaksakan diri. Ibadah yang baik adalah yang dilakukan dengan khusyuk, bukan tergesa dan penuh tekanan.


Masuk lebih awal dan bersabar menunggu

Jika sudah mendapatkan jadwal, datang lebih awal dan duduk dengan tertib. Ikuti arahan petugas. Jangan memotong shaf dan jangan berdiri tanpa alasan. Kesabaran saat menunggu adalah bagian dari ibadah, bukan penghalang pahala.

Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 153)


Cukup sholat dua rakaat dengan tenang

Tidak perlu berlama-lama. Tidak perlu mengejar banyak rakaat. Dua rakaat dengan khusyuk lebih utama daripada banyak rakaat tetapi melukai kenyamanan jamaah lain. Rasulullah ﷺ mengajarkan ibadah yang ringan dan penuh rahmat.


Jika tidak dapat, terima dengan lapang

Tidak semua orang ditakdirkan sholat di Rawdah secara fisik. Jangan kecewa berlebihan. Allah menilai niat, adab, dan hati. Ibadah tidak pernah diukur dari satu titik lokasi semata.

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian.”
(HR. Muslim)


Penutup

Rawdah adalah tempat yang mulia. Cara menuju ke sana juga harus mulia. Tidak ada keberkahan dalam ibadah yang disertai dorongan, teriakan, atau menyakiti orang lain. Jika ingin sholat di Rawdah tanpa berdesak-desakan, pegang tiga prinsip ini: niat lurus, taat aturan, dan sabar.

Ingin umroh dan ziarah dengan bimbingan yang sesuai sunnah, tertib, dan beradab?
Konsultasikan rencana umrohmu bersama Haastour.
Kami bantu dari persiapan hingga pelaksanaan agar ibadahmu tenang, aman, dan bernilai di sisi Allah.