Kiswah adalah kain penutup Ka’bah yang berwarna hitam dengan sulaman ayat-ayat Al-Qur’an berbenang emas dan perak. Ia bukan sekadar kain hiasan, tetapi simbol penghormatan terhadap Baitullah. Berikut fakta-fakta penting yang perlu diketahui.
1. Diganti setiap tahun
Kiswah diganti sekali dalam setahun, biasanya pada 9 Dzulhijjah (hari Arafah). Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama dan terus dijaga hingga sekarang. Penggantian dilakukan dengan proses yang tertib dan penuh penghormatan.
2. Terbuat dari sutra berkualitas tinggi
Kiswah dibuat dari sutra alami yang dicelup hitam pekat. Berat totalnya mencapai ratusan kilogram karena terdiri dari beberapa panel besar yang dijahit menjadi satu kesatuan.
3. Disulam dengan benang emas dan perak
Ayat-ayat Al-Qur’an yang terdapat pada kiswah disulam menggunakan benang berlapis emas dan perak. Di antaranya terdapat kalimat tauhid, takbir, serta potongan ayat seperti:
“Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun untuk manusia adalah Baitullah di Bakkah…”
(QS. Ali ‘Imran: 96)
4. Diproduksi di pabrik khusus
Kiswah tidak dibuat sembarangan. Ada kompleks khusus di Makkah yang memproduksinya dengan standar tinggi dan pengawasan ketat. Prosesnya melibatkan ahli tenun, penyulam, dan kaligrafer profesional.
5. Tidak ada dalil khusus memerintahkan mencium atau mengusapnya
Ini penting. Banyak orang mengira menyentuh atau mengusap kiswah memiliki keutamaan khusus. Tidak ada dalil shahih yang menyebutkan keutamaan mengusap kiswah untuk mencari berkah.
Yang disyariatkan untuk diusap dan dicium hanyalah:
- Hajar Aswad
- Rukun Yamani (diusap tanpa dicium)
📖 Hadits:
“Ambillah dariku manasik kalian.”
(HR. Muslim)
Menambah ritual tanpa dalil termasuk perkara yang harus dihindari.
6. Potongan kiswah lama tidak otomatis menjadi benda berkah
Sebagian kiswah lama dipotong dan diberikan sebagai cinderamata resmi. Namun kain tersebut tidak memiliki kekuatan khusus. Keberkahan datang dari ketaatan kepada Allah, bukan dari benda.
📖 QS. Yunus: 106
“Janganlah engkau menyembah selain Allah sesuatu yang tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi mudarat.”
7. Warna hitam bukan syariat, tetapi tradisi
Dahulu, kiswah pernah berwarna putih, merah, bahkan hijau. Warna hitam menjadi standar dalam sejarah belakangan, bukan ketetapan ibadah.
Kesimpulan
Kiswah Ka’bah adalah simbol kemuliaan Baitullah dan bentuk penghormatan umat Islam. Namun, penghormatan itu tidak boleh berubah menjadi keyakinan berlebihan yang tidak memiliki dasar dalil. Yang paling utama bukan kainnya, tetapi ibadah yang dilakukan sesuai tuntunan Nabi ﷺ.
Jika ingin memahami lebih dalam tentang manasik umroh dan haji agar ibadah tetap lurus dan sesuai sunnah, Anda bisa berkonsultasi dengan Haastour untuk mendapatkan bimbingan yang jelas dan terarah.
