Masjidil Haram di Mekkah adalah tempat ibadah terbesar dan paling sibuk di dunia, sehingga kebutuhan operasionalnya sangat besar. Angka pasti tahunan tidak selalu dipublikasikan secara resmi, tetapi ada data konkret yang memberi gambaran riil tentang biaya besar yang diperlukan.
1. Biaya operasional besar hanya untuk listrik saja
Laporan dari media Arab Saudi menunjukkan bahwa tagihan listrik Masjidil Haram mencapai sekitar 15 juta Riyal Saudi (SAR) per bulan, atau kurang lebih sekitar Rp 66–67 miliar per bulan karena konsumsi energi besar untuk AC, lampu, speaker, eskalator, CCTV, dan fasilitas lain. (detikcom)
➡️ Ini hanya salah satu pos operasional — belum termasuk:
- Kebersihan
- Keamanan
- Bangunan & fasilitas
- Layanan jamaah
- Perawatan teknologi dan sistem
2. Dana operasional tidak hanya dari satu sumber
A. Pemerintah Arab Saudi
Sebagian besar operasional dan pembangunan Masjidil Haram didukung langsung oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi, khususnya melalui:
- Anggaran negara
- Kementerian Urusan Dua Masjid Suci
- Dana khusus yang disetujui Pemimpin Saudi
Ini termasuk pembiayaan listrik, pemeliharaan, keamanan, dan layanan fasilitas dasar. (Arab News)
3. Sumbangan dan wakaf muslim di seluruh dunia
Selain anggaran resmi Saudi, wakaf dan sumbangan umat Islam global juga menjadi bagian dari pendanaan. Jamaah dan organisasi Muslim di berbagai negara pernah memberi wakaf atau donasi untuk:
- Pemeliharaan masjid
- Fasilitas jamaah
- Proyek pembangunan bersejarah
Contohnya:
- Wakaf Aceh pernah digunakan membantu fasilitas jamaah haji dan umroh, termasuk yang terkait Masjidil Haram. (aceh.kemenag.go.id)
Namun catatan penting: sumbangan wakaf tidak selalu masuk ke kas Masjidil Haram secara langsung — sebagian besar disalurkan melalui lembaga-lembaga khusus yang bekerja sama dengan pemerintah Saudi.
4. Investasi besar untuk perluasan dan fasilitas
Biaya pembangunan dan perluasan kompleks Masjidil Haram selama beberapa dekade bisa mencapai puluhan hingga ratusan miliar dolar atau triliunan rupiah. Ini termasuk:
- Proyek perluasan besar-besaran yang resmi berlangsung puluhan tahun
- Infrastruktur pendukung jamaah
- Ruang ibadah tambah luas
Sementara angka pastinya bervariasi menurut sumber, dana proyek perluasan yang pernah disebut mencapai puluhan miliar dolar sekaligus. (sulbar.herald.id)
5. Ringkasan sumber dana Masjidil Haram
| Sumber Dana | Peran Utama |
| Anggaran Pemerintah Saudi | Pembiayaan utama operasional, pemeliharaan, fasilitas jamaah |
| Dana Kementerian Urusan Dua Masjid Suci | Pengelolaan teknis dan pemeliharaan fasilitas |
| Wakaf dan sumbangan umat Islam | Donasi tambahan untuk pemeliharaan, layanan jamaah, dan fasilitas penunjang |
| Investasi proyek besar | Biaya perluasan dan pembaruan infrastruktur besar |
Kesimpulan
- Operasional Masjidil Haram memerlukan biaya sangat besar, misalnya listrik mencapai puluhan miliar rupiah setiap bulan. (detikcom)
- Sumber utamanya adalah anggaran pemerintah Arab Saudi dan Kementerian Urusan Dua Masjid Suci. (Arab News)
- Wakaf dan sumbangan umat Islam menjadi dukungan tambahan yang berperan dalam pemeliharaan dan pelayanan jamaah. (aceh.kemenag.go.id)
Jika kamu ingin memahami lebih dalam tentang manajemen dua masjid suci (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) serta bagaimana pelayanan jamaah diatur secara profesional dan berkelanjutan, saya bisa menjelaskan dengan lebih rinci.
