Sebagian orang mempertanyakan kenapa jamaah umroh diwajibkan vaksin tertentu. Jawabannya bukan sekadar aturan administratif, tetapi berkaitan dengan syariat, kesehatan, dan tanggung jawab kolektif.
Berikut penjelasan yang lurus berdasarkan prinsip Islam dan realitas medis.
1. Umroh Mengumpulkan Jutaan Orang dari Seluruh Dunia
Setiap musim umroh, jutaan jamaah dari berbagai negara berkumpul di satu tempat:
- Berdesakan saat thawaf
- Berdekatan saat shalat
- Tinggal bersama di hotel
Kondisi ini mempercepat penularan penyakit menular seperti meningitis, influenza, dan polio.
Tanpa pencegahan, satu orang bisa menularkan ke ratusan lainnya.
2. Islam Memerintahkan Menjaga Jiwa
Salah satu tujuan utama syariat (maqashid syariah) adalah menjaga jiwa (hifzhun nafs).
Allah berfirman:
“Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan.”
(QS. Al-Baqarah: 195)
Jika ada ikhtiar pencegahan yang terbukti secara medis, meninggalkannya tanpa alasan syar’i bisa termasuk sikap meremehkan keselamatan.
3. Prinsip Tidak Membahayakan Orang Lain
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.”
(HR. Ibnu Majah)
Jika seseorang menolak vaksin lalu membawa penyakit menular ke Tanah Suci, ia berpotensi membahayakan jamaah lain — termasuk lansia dan orang sakit.
Itu bukan sekadar pilihan pribadi, tetapi menyangkut hak orang lain.
4. Kaidah Fiqih: Mencegah Lebih Didahulukan daripada Mengobati
Dalam kaidah fiqih disebutkan:
“Menolak kerusakan lebih didahulukan daripada meraih kemaslahatan.”
Vaksin adalah langkah pencegahan sebelum penyakit menyebar. Ini sejalan dengan prinsip syariat.
5. Ketaatan kepada Ulil Amri dalam Hal Kemaslahatan
Allah berfirman:
“Taatilah Allah, taatilah Rasul, dan ulil amri di antara kalian.”
(QS. An-Nisa: 59)
Selama aturan pemerintah dan otoritas kesehatan tidak melanggar syariat, maka wajib ditaati.
Kewajiban vaksin umroh bukan bentuk pemaksaan agama baru, tetapi kebijakan kesehatan publik.
6. Tawakal Bukan Berarti Menolak Ikhtiar
Sebagian orang berdalih: “Kalau Allah takdirkan sakit, ya sakit.”
Ini pemahaman keliru.
Rasulullah ﷺ tetap memakai baju perang saat perang, padahal beliau paling bertawakal.
Tawakal = usaha maksimal + berserah diri.
Bukan meninggalkan sebab lalu menyebutnya iman.
Kesimpulan
Alasan umroh harus vaksin:
- Mencegah penularan di kerumunan besar.
- Menjaga jiwa sesuai maqashid syariah.
- Tidak membahayakan orang lain.
- Sejalan dengan kaidah fiqih pencegahan.
- Termasuk ketaatan pada aturan resmi yang tidak melanggar agama.
Vaksinasi dalam konteks umroh adalah bentuk tanggung jawab, bukan pelanggaran syariat.
Karena regulasi vaksin dan kesehatan umroh bisa berubah setiap tahun, wajib konsultasi dengan Haastour seputar persyaratan umroh terbaru agar perjalanan Anda sesuai aturan resmi dan tetap dalam koridor syariat.
