Cara Melakukan Vaksinasi Polio untuk Umroh

Daftar Isi

Vaksin polio merupakan salah satu syarat kesehatan yang diberlakukan oleh Pemerintah Arab Saudi bagi jamaah dari negara tertentu, termasuk Indonesia, terutama jika ada kebijakan pencegahan wabah yang sedang aktif.

Berikut penjelasan prosedurnya secara sistematis.


1. Pastikan Kewajiban Berlaku

Regulasi dapat berubah setiap tahun. Biasanya vaksin polio diwajibkan bagi jamaah yang berasal dari negara dengan risiko transmisi polio.

Karena kebijakan bisa diperbarui, pastikan:

  • Mengecek pengumuman resmi Kementerian Kesehatan RI.
  • Mengonfirmasi ke travel umroh Anda.

2. Jenis Vaksin Polio

Umumnya yang digunakan adalah:

  • IPV (Inactivated Polio Vaccine) – suntikan.
  • Dalam beberapa kondisi tertentu bisa OPV (oral), sesuai ketentuan fasilitas kesehatan.

Biasanya yang disyaratkan untuk perjalanan internasional adalah IPV satu dosis booster.


3. Waktu Pemberian

  • Minimal diberikan 4 minggu sebelum keberangkatan.
  • Sertifikat vaksin biasanya berlaku dalam periode tertentu (sesuai ketentuan terbaru).

Jangan vaksin terlalu mepet agar tidak mengganggu jadwal penerbitan dokumen perjalanan.


4. Tempat Vaksinasi

Vaksin polio untuk umroh dapat dilakukan di:

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).
  • Rumah sakit pemerintah yang ditunjuk.
  • Klinik vaksinasi internasional yang memiliki izin resmi.

Pastikan fasilitas tersebut dapat mengeluarkan International Certificate of Vaccination (ICV) atau buku kuning.


5. Dokumen yang Dibawa

Saat vaksinasi biasanya perlu membawa:

  • KTP atau paspor.
  • Tiket atau bukti rencana keberangkatan (jika diminta).
  • Buku vaksin lama (jika ada).

Setelah vaksin, Anda akan menerima sertifikat resmi yang harus dibawa saat proses visa dan keberangkatan.


6. Efek Samping yang Mungkin Terjadi

IPV umumnya aman. Efek ringan yang mungkin muncul:

  • Nyeri di lokasi suntikan.
  • Demam ringan.
  • Pegal.

Jika memiliki kondisi medis khusus (autoimun, kehamilan, alergi berat), konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.


7. Catatan Penting Secara Syariat

Vaksinasi termasuk bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan. Ini tidak bertentangan dengan tawakal.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Berobatlah kalian, karena Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya.”
(HR. Abu Dawud)

Menjaga diri dari penyakit saat bepergian termasuk bentuk tanggung jawab, bukan kurang iman.


Kesimpulan

Langkah ringkas vaksin polio untuk umroh:

  1. Pastikan kewajiban terbaru berlaku.
  2. Lakukan vaksin minimal 4 minggu sebelum berangkat.
  3. Dapatkan sertifikat resmi (ICV).
  4. Simpan dokumen untuk proses visa dan keberangkatan.

Karena regulasi kesehatan umroh bisa berubah sewaktu-waktu, wajib konsultasi dengan Haastour seputar persyaratan umroh terbaru agar dokumen Anda lengkap dan perjalanan berjalan lancar sesuai ketentuan resmi.