Jasa dokumentasi umroh semakin banyak ditawarkan. Fungsinya bukan sekadar mengabadikan momen, tapi juga sebagai kenangan keluarga dan media dakwah jika digunakan dengan benar. Namun jika salah memilih, dokumentasi justru bisa mengganggu kekhusyukan ibadah dan berpotensi melenceng dari adab syariat. Berikut panduan memilih jasa dokumentasi umroh secara jujur dan proporsional.
1. Luruskan niat sejak awal
Sebelum bicara teknis, pastikan niatnya benar. Dokumentasi bukan untuk pamer, tapi:
- Kenangan pribadi dan keluarga
- Edukasi dan syiar kebaikan
- Dokumentasi perjalanan ibadah secara wajar
đź“– Dalil:
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jika niat sudah condong ke riya’, sebaik apa pun jasanya, itu berbahaya bagi hati.
2. Pilih tim yang paham adab di Tanah Suci
Ini poin paling penting dan sering diabaikan.
Pastikan jasa dokumentasi:
- Tidak mengarahkan gaya berlebihan
- Tidak menyuruh pengambilan gambar di waktu terlarang
- Tidak mengganggu sholat, thawaf, atau sa’i
- Paham area mana yang tidak pantas untuk pengambilan gambar
âť— Dokumentasi tidak boleh:
- Menghalangi jamaah lain
- Mengganggu ketertiban masjid
- Membuat ibadah jadi “setting konten”
đź“– Kaidah fiqih:
“Menolak mafsadat lebih didahulukan daripada menarik maslahat.”
3. Utamakan dokumentasi pasif, bukan aktif
Dokumentasi terbaik saat umroh adalah yang tidak terasa.
Ciri dokumentasi yang baik:
- Fotografer tidak banyak instruksi
- Mengambil momen alami
- Minim pengulangan adegan
- Tidak memaksa pose di area ibadah
Jika terlalu banyak arahan, itu tanda dokumentasi sudah mengambil porsi ibadah.
4. Periksa portofolio dengan kacamata syariat
Saat melihat contoh hasil kerja, perhatikan:
- Apakah fotonya berlebihan?
- Apakah banyak pose dramatis di area ibadah?
- Apakah aurat terjaga?
- Apakah fokusnya ibadah atau gaya?
Dokumentasi yang baik itu tenang dan sederhana, bukan bombastis.
📖 QS. Al-A’raf: 31
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”
5. Pastikan tidak mengganggu jamaah lain
Umroh adalah ibadah berjamaah dari seluruh dunia. Jangan memilih jasa dokumentasi yang:
- Mengatur jalan jamaah
- Mengambil spot lama
- Mengganggu orang lain demi angle
đź“– Hadits:
“Seorang Muslim adalah yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.”
(HR. Bukhari)
6. Pahami batasan hukum dan aturan setempat
Beberapa area di Tanah Suci:
- Membatasi pengambilan video
- Tidak mengizinkan alat tertentu
- Sensitif terhadap tripod atau drone
Pastikan tim dokumentasi:
- Tahu aturan
- Tidak nekat
- Tidak membahayakan jamaah
7. Sesuaikan dengan kebutuhan, bukan tren
Tidak semua jamaah perlu:
- Video cinematic panjang
- Banyak sesi foto
- Konten harian
Cukup:
- Dokumentasi perjalanan
- Beberapa momen ibadah
- Foto keluarga sederhana
Lebih baik ibadah maksimal, dokumentasi secukupnya.
Kesimpulan Tegas
Dokumentasi umroh:
- Boleh
- Bermanfaat
- Tapi tidak boleh mengalahkan ibadah
Jika dokumentasi membuat:
- Lelah
- Tidak khusyuk
- Timbul riya’
Maka itu sudah melampaui batas.
Jika ingin rekomendasi dokumentasi umroh yang sopan, sesuai adab, dan tidak mengganggu ibadah,
kamu bisa konsultasi dengan Haastour agar perjalanan umroh tetap fokus pada tujuan utamanya: beribadah kepada Allah.
