Menjadwalkan keberangkatan umroh bukan sekadar memilih tanggal yang kosong. Ini menyangkut kesiapan ibadah, finansial, fisik, serta kesesuaian dengan tuntunan syariat. Perencanaan yang matang akan membantu ibadah lebih khusyuk dan terhindar dari mudharat.
Berikut panduan sistematis dan realistis.
1. Luruskan Niat Terlebih Dahulu
Sebelum bicara tanggal dan paket, pastikan niat benar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Tujuan utama adalah ibadah, bukan sekadar:
- Gaya hidup
- Tekanan sosial
- Konten media sosial
- Ikut-ikutan musim ramai
Jika niat sudah benar, keputusan jadwal akan lebih tenang dan rasional.
2. Tentukan Musim Keberangkatan
Secara umum, ada beberapa periode:
A. Low Season (Sepi)
Biasanya:
- Setelah musim haji
- Di luar Ramadhan
- Bukan musim liburan sekolah
Keunggulan:
✔ Lebih tenang
✔ Harga lebih stabil
✔ Masjid tidak terlalu padat
Cocok untuk:
- Lansia
- Jamaah yang ingin khusyuk
- Umroh pertama
B. High Season (Ramadhan & Liburan)
Biasanya:
- Bulan Ramadhan
- Libur sekolah
- Akhir dan awal tahun
Keunggulan:
✔ Atmosfer ibadah lebih kuat
✔ Momentum spiritual lebih terasa
Tantangan:
✘ Kepadatan tinggi
✘ Biaya meningkat
✘ Fisik lebih terkuras
Pastikan kesiapan sebelum memilih musim ini.
3. Sesuaikan dengan Kondisi Finansial
Allah berfirman:
“Dan (kewajiban) haji itu bagi manusia yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah.”
(QS. Ali Imran: 97)
Prinsip kemampuan (istitha’ah) juga berlaku pada umroh.
Jangan:
- Berhutang tanpa kebutuhan mendesak
- Mengorbankan nafkah keluarga
- Mengganggu kewajiban utama
Jadwalkan keberangkatan ketika dana sudah siap secara halal dan stabil.
4. Periksa Kesiapan Fisik
Hal yang perlu dipertimbangkan:
- Apakah memiliki riwayat penyakit?
- Apakah mampu berjalan jauh?
- Apakah membawa anak kecil atau lansia?
Jika membawa keluarga:
- Pilih cuaca lebih sejuk
- Hindari puncak kepadatan
- Pilih hotel dekat masjid
Menjadwalkan tanpa memperhatikan fisik bisa berujung sakit di Tanah Suci.
5. Pertimbangkan Cuaca Arab Saudi
Secara umum:
- Mei–September → sangat panas
- November–Februari → lebih sejuk
- Ramadhan → tergantung jatuh di bulan apa
Cuaca mempengaruhi stamina saat thawaf dan sa’i.
6. Sesuaikan dengan Agenda Pribadi & Bisnis
Sebagai pebisnis atau pekerja, jadwal umroh perlu diselaraskan dengan:
- Target tahunan
- Proyek besar
- Cashflow usaha
- Libur karyawan
Jangan sampai umroh justru membuat usaha terganggu berat dan menimbulkan tekanan setelah pulang.
Ibadah harus membawa ketenangan, bukan krisis baru.
7. Booking Lebih Awal
Idealnya:
- 4–8 bulan sebelum keberangkatan
- Lebih cepat jika musim Ramadhan
Keuntungan booking awal:
✔ Harga lebih stabil
✔ Pilihan hotel lebih baik
✔ Visa dan tiket lebih aman
✔ Tidak tergesa-gesa
Menunda hingga mendekati keberangkatan berisiko kehabisan slot atau harga melonjak.
8. Pilih Jenis Paket Sesuai Kebutuhan
Pertimbangkan:
- Reguler
- Bintang 5
- Private tour keluarga
- Umroh plus wisata
Sesuaikan dengan:
- Jumlah anggota keluarga
- Tingkat kenyamanan yang dibutuhkan
- Kesiapan finansial
Ingat, kemewahan bukan tujuan. Fasilitas hanya alat bantu agar ibadah lebih tertata.
9. Ikuti Manasik Sebelum Berangkat
Setelah jadwal ditentukan:
- Ikuti manasik minimal 1–2 kali
- Pelajari rukun dan wajib umroh
- Hafalkan doa-doa penting
- Siapkan mental menghadapi keramaian
Umroh tanpa ilmu berisiko salah tata cara.
10. Buat Timeline Praktis
Contoh timeline:
6 bulan sebelum:
- Tentukan musim
- Siapkan dana
4 bulan sebelum:
- Booking paket
- Cek paspor
2 bulan sebelum:
- Manasik
- Persiapan fisik
1 bulan sebelum:
- Finalisasi perlengkapan
- Atur pekerjaan/bisnis
1 minggu sebelum:
- Istirahat cukup
- Fokus ibadah
Perencanaan seperti ini membuat keberangkatan lebih tertata dan minim stres.
Kesimpulan
Menjadwalkan keberangkatan umroh harus mempertimbangkan:
✔ Niat yang lurus
✔ Musim dan kepadatan
✔ Kemampuan finansial halal
✔ Kesiapan fisik
✔ Agenda keluarga dan bisnis
✔ Perencanaan waktu yang matang
Umroh yang baik bukan yang paling cepat berangkat, tetapi yang paling siap secara iman, fisik, dan finansial. Rencanakan dengan tenang, jangan terburu-buru karena dorongan suasana.
Jika Anda sedang menyusun rencana keberangkatan tahun ini atau 2026, pastikan seluruh aspek di atas sudah dihitung dengan matang agar ibadah benar-benar menjadi momen penguat iman, bukan sumber tekanan setelah pulang.
Cara Menjadwalkan Keberangkatan Umroh Secara Tepat dan Terencana
Menjadwalkan keberangkatan umroh bukan sekadar memilih tanggal yang kosong. Ini menyangkut kesiapan ibadah, finansial, fisik, serta kesesuaian dengan tuntunan syariat. Perencanaan yang matang akan membantu ibadah lebih khusyuk dan terhindar dari mudharat.
Berikut panduan sistematis dan realistis.
1. Luruskan Niat Terlebih Dahulu
Sebelum bicara tanggal dan paket, pastikan niat benar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Tujuan utama adalah ibadah, bukan sekadar:
- Gaya hidup
- Tekanan sosial
- Konten media sosial
- Ikut-ikutan musim ramai
Jika niat sudah benar, keputusan jadwal akan lebih tenang dan rasional.
2. Tentukan Musim Keberangkatan
Secara umum, ada beberapa periode:
A. Low Season (Sepi)
Biasanya:
- Setelah musim haji
- Di luar Ramadhan
- Bukan musim liburan sekolah
Keunggulan:
✔ Lebih tenang
✔ Harga lebih stabil
✔ Masjid tidak terlalu padat
Cocok untuk:
- Lansia
- Jamaah yang ingin khusyuk
- Umroh pertama
B. High Season (Ramadhan & Liburan)
Biasanya:
- Bulan Ramadhan
- Libur sekolah
- Akhir dan awal tahun
Keunggulan:
✔ Atmosfer ibadah lebih kuat
✔ Momentum spiritual lebih terasa
Tantangan:
✘ Kepadatan tinggi
✘ Biaya meningkat
✘ Fisik lebih terkuras
Pastikan kesiapan sebelum memilih musim ini.
3. Sesuaikan dengan Kondisi Finansial
Allah berfirman:
“Dan (kewajiban) haji itu bagi manusia yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah.”
(QS. Ali Imran: 97)
Prinsip kemampuan (istitha’ah) juga berlaku pada umroh.
Jangan:
- Berhutang tanpa kebutuhan mendesak
- Mengorbankan nafkah keluarga
- Mengganggu kewajiban utama
Jadwalkan keberangkatan ketika dana sudah siap secara halal dan stabil.
4. Periksa Kesiapan Fisik
Hal yang perlu dipertimbangkan:
- Apakah memiliki riwayat penyakit?
- Apakah mampu berjalan jauh?
- Apakah membawa anak kecil atau lansia?
Jika membawa keluarga:
- Pilih cuaca lebih sejuk
- Hindari puncak kepadatan
- Pilih hotel dekat masjid
Menjadwalkan tanpa memperhatikan fisik bisa berujung sakit di Tanah Suci.
5. Pertimbangkan Cuaca Arab Saudi
Secara umum:
- Mei–September → sangat panas
- November–Februari → lebih sejuk
- Ramadhan → tergantung jatuh di bulan apa
Cuaca mempengaruhi stamina saat thawaf dan sa’i.
6. Sesuaikan dengan Agenda Pribadi & Bisnis
Sebagai pebisnis atau pekerja, jadwal umroh perlu diselaraskan dengan:
- Target tahunan
- Proyek besar
- Cashflow usaha
- Libur karyawan
Jangan sampai umroh justru membuat usaha terganggu berat dan menimbulkan tekanan setelah pulang.
Ibadah harus membawa ketenangan, bukan krisis baru.
7. Booking Lebih Awal
Idealnya:
- 4–8 bulan sebelum keberangkatan
- Lebih cepat jika musim Ramadhan
Keuntungan booking awal:
✔ Harga lebih stabil
✔ Pilihan hotel lebih baik
✔ Visa dan tiket lebih aman
✔ Tidak tergesa-gesa
Menunda hingga mendekati keberangkatan berisiko kehabisan slot atau harga melonjak.
8. Pilih Jenis Paket Sesuai Kebutuhan
Pertimbangkan:
- Reguler
- Bintang 5
- Private tour keluarga
- Umroh plus wisata
Sesuaikan dengan:
- Jumlah anggota keluarga
- Tingkat kenyamanan yang dibutuhkan
- Kesiapan finansial
Ingat, kemewahan bukan tujuan. Fasilitas hanya alat bantu agar ibadah lebih tertata.
9. Ikuti Manasik Sebelum Berangkat
Setelah jadwal ditentukan:
- Ikuti manasik minimal 1–2 kali
- Pelajari rukun dan wajib umroh
- Hafalkan doa-doa penting
- Siapkan mental menghadapi keramaian
Umroh tanpa ilmu berisiko salah tata cara.
10. Buat Timeline Praktis
Contoh timeline:
6 bulan sebelum:
- Tentukan musim
- Siapkan dana
4 bulan sebelum:
- Booking paket
- Cek paspor
2 bulan sebelum:
- Manasik
- Persiapan fisik
1 bulan sebelum:
- Finalisasi perlengkapan
- Atur pekerjaan/bisnis
1 minggu sebelum:
- Istirahat cukup
- Fokus ibadah
Perencanaan seperti ini membuat keberangkatan lebih tertata dan minim stres.
Kesimpulan
Menjadwalkan keberangkatan umroh harus mempertimbangkan:
✔ Niat yang lurus
✔ Musim dan kepadatan
✔ Kemampuan finansial halal
✔ Kesiapan fisik
✔ Agenda keluarga dan bisnis
✔ Perencanaan waktu yang matang
Umroh yang baik bukan yang paling cepat berangkat, tetapi yang paling siap secara iman, fisik, dan finansial. Rencanakan dengan tenang, jangan terburu-buru karena dorongan suasana.
Jika Anda sedang menyusun rencana keberangkatan tahun ini atau 2026, pastikan seluruh aspek di atas sudah dihitung dengan matang agar ibadah benar-benar menjadi momen penguat iman, bukan sumber tekanan setelah pulang.
