Bersedekah di Makkah dan Madinah memiliki keutamaan besar karena dilakukan di tempat yang mulia dan pada waktu yang sering kali penuh keberkahan. Namun, agar sedekah bernilai maksimal dan tidak salah sasaran, perlu memperhatikan tuntunan syariat serta kondisi lapangan.
Allah berfirman:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir…” (QS. Al-Baqarah: 261)
Berikut ide sedekah yang aman, bermanfaat, dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah.
1. Memberi Makan Jamaah
Memberi makan termasuk sedekah yang sangat utama.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Wahai manusia, sebarkan salam, berikan makanan…” (HR. Tirmidzi)
Bentuknya bisa:
- Membagikan nasi kotak kepada jamaah
- Membagikan roti, kurma, atau air minum
- Menyediakan makanan berbuka saat Ramadhan
- Membelikan makanan bagi jamaah lansia yang kesulitan
Pastikan pembagian dilakukan tertib dan tidak mengganggu ketertiban Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.
2. Sedekah Air Minum
Di tanah yang panas, air adalah kebutuhan utama. Sedekah air sangat dianjurkan.
Ketika ditanya sedekah apa yang paling utama, Nabi ﷺ menjawab:
“Memberi air.” (HR. Abu Dawud)
Bentuknya:
- Membagikan botol air
- Membelikan air bagi jamaah yang kelelahan
- Membantu pengisian ulang galon untuk jamaah rombongan
3. Membantu Jamaah Lansia
Banyak jamaah lanjut usia kesulitan:
- Mendorong kursi roda
- Mencarikan makanan
- Mengantar ke hotel
- Membantu tawaf atau sa’i
Tenaga dan waktu juga termasuk sedekah. Bahkan sering kali nilainya lebih besar daripada uang.
4. Sedekah kepada Petugas Kebersihan
Petugas kebersihan di Masjidil Haram dan Nabawi bekerja tanpa henti. Memberi mereka makanan atau uang secukupnya adalah bentuk penghargaan dan sedekah.
Lakukan dengan:
- Sopan
- Tidak berlebihan
- Tidak mengganggu pekerjaan mereka
5. Membelikan Mushaf atau Al-Qur’an
Bisa diberikan kepada:
- Jamaah yang tidak mampu
- Masjid kecil di sekitar Makkah/Madinah (melalui jalur resmi)
Hindari membagikan sembarangan di area yang sudah penuh mushaf resmi agar tidak mengganggu sistem pengelolaan masjid.
6. Membantu Jamaah yang Kehabisan Bekal
Terkadang ada jamaah:
- Kehilangan uang
- Tersesat dari rombongan
- Kekurangan biaya makan
Membantu mereka secara langsung lebih utama daripada sedekah simbolik.
7. Sedekah Diam-Diam
Yang paling utama adalah sedekah yang tersembunyi.
Rasulullah ﷺ menyebut salah satu golongan yang mendapat naungan Allah adalah:
“Orang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya.” (HR. Bukhari & Muslim)
Hindari:
- Pamer dokumentasi sedekah
- Konten yang riya
- Menjadikan sedekah sebagai materi marketing
Jika Anda seorang pelaku bisnis travel, jaga niat agar tidak tercampur promosi terselubung.
8. Sedekah melalui Lembaga Resmi
Untuk nominal besar, lebih aman melalui:
- Lembaga resmi di Saudi
- Program wakaf air
- Program ifthar jama’i resmi
Hindari memberikan uang dalam jumlah besar kepada orang yang tidak jelas latar belakangnya.
Hal yang Perlu Dihindari
- Sedekah dengan niat dipuji.
- Memberi uang kepada pengemis profesional yang terorganisir.
- Membagikan uang secara acak hingga menyebabkan kerumunan.
- Mengganggu ketertiban masjid demi membagikan sesuatu.
- Menganggap sedekah di tanah suci otomatis menggugurkan kewajiban zakat di tanah air.
Sedekah sunnah tidak menggantikan kewajiban zakat.
Mana yang Lebih Utama: Sedekah di Tanah Suci atau di Kampung Halaman?
Jika di kampung ada keluarga miskin atau kerabat yang membutuhkan, sering kali membantu mereka lebih utama karena:
- Mendapat pahala sedekah
- Mendapat pahala menyambung silaturahmi
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sedekah kepada orang miskin mendapat satu pahala. Sedekah kepada kerabat mendapat dua pahala: pahala sedekah dan pahala silaturahmi.” (HR. Tirmidzi)
Jangan sampai bersemangat sedekah di Makkah, tapi lalai terhadap orang tua atau keluarga sendiri.
Prinsip Aman dan Lurus
- Luruskan niat.
- Prioritaskan yang paling membutuhkan.
- Lakukan dengan tertib.
- Jangan berlebihan.
- Jangan riya.
Tanah suci adalah tempat memperbaiki hati, bukan tempat mencari pengakuan.
Jika sedekah membuat hati semakin tawadhu’, itu tanda baik. Jika membuat merasa lebih suci dari orang lain, hati-hati — itu tanda riya yang menghapus pahala.
Sedekah terbaik adalah yang ikhlas, tepat sasaran, dan sesuai sunnah.
