Umroh bukan sekadar perjalanan ibadah. Ia adalah panggilan langsung dari Allah. Orang yang berumroh tidak sedang berwisata, tetapi sedang memenuhi undangan-Nya. Karena itu, Allah dan Rasul-Nya menyebutkan janji-janji yang jelas, bukan motivasi kosong, dan semuanya bersumber dari dalil yang sahih.
1. Umroh adalah Tamu Allah
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang yang berhaji dan berumroh adalah tamu Allah. Jika mereka berdoa kepada-Nya, Dia mengabulkannya. Jika mereka memohon ampun, Dia mengampuninya.”
(HR. Ibnu Majah, hasan)
Ini janji langsung. Status “tamu” bukan simbolik. Artinya Allah memuliakan, memperhatikan, dan mendengar doa mereka secara khusus.
2. Penghapusan Dosa-Dosa
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Umroh ke umroh berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Yang dihapus adalah dosa-dosa kecil. Dosa besar tetap membutuhkan taubat khusus. Ini penting agar tidak salah paham dan merasa aman dari maksiat.
3. Dijanjikan Rezeki dan Dijauhkan dari Kemiskinan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Iringilah antara haji dan umroh, karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana api menghilangkan karat besi.”
(HR. Tirmidzi, hasan)
Ini bukan janji kaya mendadak. Maknanya adalah Allah membuka jalan rezeki, mencukupkan, dan mengangkat kesempitan hidup dengan cara yang Dia kehendaki.
4. Doanya Lebih Dekat Dikabulkan
Orang yang berumroh berada di tempat dan kondisi yang sangat mustajab. Doa di Masjidil Haram, Multazam, dan saat thawaf termasuk doa yang sangat dianjurkan.
Allah berfirman:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan.”
(QS. Ghafir: 60)
Janji ini umum, tetapi keadaan umroh adalah salah satu sebab kuat dikabulkannya doa.
5. Mendapatkan Pahala Besar Tanpa Dibatasi Angka
Pahala umroh tidak disebut dengan angka tertentu. Ini menunjukkan keagungannya.
Shalat di Masjidil Haram saja bernilai 100.000 kali lipat.
(HR. Ahmad)
Selama umroh, hampir seluruh aktivitas bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah.
6. Allah Mudahkan Urusan Hidupnya
Banyak orang merasakan setelah umroh, urusannya lebih lapang. Ini bukan mistik. Ini buah dari:
- Taubat yang jujur
- Doa yang sungguh-sungguh
- Hati yang lebih dekat kepada Allah
Allah berfirman:
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar.”
(QS. Ath-Thalaq: 2)
Umroh adalah bentuk nyata ketakwaan.
7. Mendapat Panggilan untuk Kembali
Sebagian ulama menyebut, jika seseorang dimudahkan umroh lagi, itu tanda kebaikan. Karena tidak semua orang yang ingin, benar-benar dipanggil.
Namun ini bukan jaminan surga. Ini dorongan untuk terus menjaga ketaatan.
Yang Perlu Diluruskan
- Umroh bukan jaminan hidup tanpa masalah
- Umroh bukan penghapus dosa besar tanpa taubat
- Umroh bukan tiket surga otomatis
Janji Allah selalu terikat dengan iman, keikhlasan, dan istiqamah setelah pulang.
Kesimpulan
Janji Allah kepada orang yang berumroh itu nyata. Ampunan dosa, doa yang didengar, rezeki yang dicukupkan, dan kedudukan sebagai tamu Allah. Namun semua janji itu akan berbuah sempurna jika umroh dijalani sesuai sunnah dan diikuti perubahan hidup setelahnya.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. At-Taubah: 120)
Jika kamu ingin berumroh dengan pemahaman yang benar, bimbingan sunnah, dan niat yang lurus sejak awal,
konsultasikan rencana umrohmu bersama Haastour.
Haastour mendampingi jamaah agar perjalanan umroh tidak hanya sampai Tanah Suci, tetapi sampai pada janji Allah yang hakiki.
