Umroh adalah panggilan Allah, tetapi panggilan itu datang melalui sebab. Islam tidak mengajarkan pasrah tanpa ikhtiar. Selama jalannya halal dan sesuai sunnah, semua cara yang mubah boleh ditempuh. Berikut macam-macam jalan yang dibenarkan syariat untuk bisa berangkat umroh, disampaikan apa adanya.
1. Umroh dengan biaya pribadi (cara paling ideal)
Ini cara paling bersih dan tenang:
- Menabung dari penghasilan halal
- Mengatur keuangan secara disiplin
- Tidak berhutang
📖 Dalil:
“Wahai manusia, makanlah dari yang halal lagi baik.”
(QS. Al-Baqarah: 168)
Harta halal membuat ibadah lebih dekat kepada diterimanya doa.
2. Umroh melalui travel resmi dan aman
Mayoritas jamaah berangkat melalui travel umroh.
Catatan penting:
- Travel resmi dan berizin
- Manasik jelas
- Muthawwif paham sunnah
- Tidak ada skema yang haram
Ini jalan yang mubah dan lazim selama akadnya jelas.
📖 Kaidah:
“Kaum Muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka.”
3. Umroh mandiri (untuk yang siap secara ilmu dan mental)
Umroh mandiri diperbolehkan, dengan syarat:
- Paham manasik dengan benar
- Siap mengurus visa, hotel, transport
- Siap menghadapi kondisi lapangan
Jika belum siap, ini justru bisa menyulitkan diri.
📖 Hadits:
“Tidak boleh membahayakan diri sendiri.”
(HR. Ibnu Majah)
4. Umroh dibiayai orang lain (hadiah, orang tua, pasangan)
Umroh yang dibiayai pihak lain boleh dan sah, selama:
- Harta yang digunakan halal
- Tidak ada syarat maksiat
- Tidak menimbulkan kewajiban batin yang tidak syar’i
📖 Dalil:
Nabi ﷺ menerima hadiah dan membalasnya.
(HR. Bukhari)
5. Umroh sebagai hadiah atau reward perusahaan
Jika perusahaan:
- Halal usahanya
- Tidak ada riba, gharar, atau penipuan
- Tidak ada kewajiban melanggar syariat
Maka hukumnya boleh. Namun niat tetap harus diluruskan sebagai ibadah, bukan pamer.
6. Umroh melalui cicilan (hati-hati)
Ini wilayah rawan.
Boleh jika:
- Tanpa riba
- Akad jelas
- Tidak memberatkan
Tidak boleh jika:
- Ada bunga
- Denda riba
- Skema kredit ribawi
📖 Dalil:
“Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”
(QS. Al-Baqarah: 275)
Jika ragu, tinggalkan.
7. Umroh lewat jalan sedekah dan doa
Banyak orang dimudahkan umroh setelah:
- Memperbanyak sedekah
- Mendoakan orang tua
- Meluruskan niat
- Memperbaiki akhlak
📖 Hadits:
“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”
(HR. Muslim)
Ini bukan jaminan instan, tapi sebab yang Allah cintai.
8. Umroh melalui badal (bukan untuk diri sendiri)
Badal umroh:
- Untuk orang yang sudah wafat
- Atau tidak mampu permanen
Bukan jalan untuk umroh pribadi, tapi tetap bagian dari ibadah.
Kesimpulan Tegas
Jalan umroh itu banyak, tapi tidak semua benar.
Yang harus dijaga:
- Harta halal
- Akad jelas
- Tidak riba
- Tidak memaksakan diri
📖 Hadits peringatan:
“Tinggalkan perkara yang meragukanmu.”
(HR. Tirmidzi)
Jika ingin dibantu memilih jalan umroh yang paling aman secara syariat dan realistis sesuai kondisi keuangan,
kamu bisa konsultasi dengan Haastour agar langkah menuju Baitullah tidak menyisakan beban dosa.
