Mengapa Umroh Disebut Sebagai “Haji Kecil”?

Daftar Isi

Istilah “haji kecil” sering disematkan kepada umroh. Sebutan ini bukan istilah fiqih resmi, tetapi ungkapan yang digunakan ulama dan masyarakat untuk menggambarkan kemiripan umroh dengan haji dari sisi tempat, manasik, dan nilai ibadahnya. Namun penyebutan ini tidak boleh disalahpahami.

Umroh bukan pengganti haji. Keduanya memiliki hukum, waktu, dan kewajiban yang berbeda.

Asal-usul Sebutan “Haji Kecil”

Sebutan ini muncul karena umroh dan haji sama-sama dilaksanakan di Tanah Suci, khususnya di Masjidil Haram. Rangkaian ibadahnya juga memiliki kemiripan seperti ihram, tawaf, dan sa’i.

Namun secara syariat, umroh tetap disebut umroh, bukan haji. Rasulullah ﷺ tidak pernah mengganti istilah umroh dengan haji kecil sebagai hukum resmi.

Kesamaan Umroh dan Haji

Umroh dan haji sama-sama dimulai dengan ihram dari miqat. Keduanya juga melibatkan tawaf mengelilingi Ka’bah dan sa’i antara Shafa dan Marwah.

Kesamaan inilah yang membuat umroh terasa seperti versi ringkas dari haji, sehingga muncul istilah “haji kecil” dalam penyebutan awam.

Perbedaan Mendasar Umroh dan Haji

Haji memiliki wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, serta lempar jumrah. Semua ini tidak ada dalam umroh. Wukuf di Arafah adalah rukun haji yang paling utama. Tanpanya, haji tidak sah.

Selain itu, haji hanya bisa dilakukan di waktu tertentu, sedangkan umroh bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun.

Hukum Umroh dalam Islam

Mayoritas ulama berpendapat umroh hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu, sementara sebagian ulama lain mengatakan sunnah muakkadah. Adapun haji, hukumnya wajib berdasarkan Al-Qur’an.

Allah berfirman:
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 196)

Ayat ini menunjukkan bahwa umroh adalah ibadah agung yang tidak bisa dianggap remeh.

Nilai Spiritual Umroh yang Tinggi

Meskipun disebut “haji kecil”, pahala umroh tidak kecil. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa umroh ke umroh berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya.

Sebutan “kecil” tidak merujuk pada nilai pahala, tetapi pada jumlah manasik yang lebih sedikit dibanding haji.

Umroh sebagai Latihan Ruhani Menuju Haji

Banyak ulama memandang umroh sebagai persiapan mental dan spiritual sebelum haji. Jamaah belajar mengatur niat, kesabaran, adab di Tanah Suci, serta kedisiplinan ibadah.

Dari sisi ini, umroh menjadi sarana pendidikan ruhani yang sangat efektif.

Kesalahan Memahami Istilah “Haji Kecil”

Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap umroh bisa menggantikan haji. Ini keliru dan berbahaya secara aqidah dan fiqih.

Selama seseorang mampu dan belum berhaji, kewajiban haji tetap ada meskipun sudah berkali-kali umroh.

Mengapa Umroh Tetap Sangat Dianjurkan

Walau tidak menggugurkan kewajiban haji, umroh membuka pintu kebaikan besar. Umroh melatih keikhlasan, kesederhanaan, dan kedekatan dengan Allah.

Banyak hati yang berubah setelah umroh, karena suasana ibadah yang kuat dan jauh dari hiruk pikuk dunia.

Makna “Kecil” dalam Perspektif yang Benar

Kata “kecil” di sini hanya bersifat perumpamaan, bukan peremehan. Ibadah sekecil apa pun jika dilakukan ikhlas dan sesuai sunnah bernilai besar di sisi Allah.

Islam menilai amal dari keikhlasan dan ketaatan, bukan dari istilah.

Umroh dan Kemampuan Seorang Muslim

Bagi yang belum mampu haji, umroh menjadi jalan nyata untuk mendekat kepada Allah di Tanah Suci. Namun niat haji tetap harus dijaga ketika kemampuan telah ada.

Menunda haji tanpa uzur syar’i adalah kelalaian.

Menempatkan Umroh Sesuai Tuntunan Syariat

Memahami posisi umroh secara benar menjaga seorang muslim dari kesalahan niat dan pemahaman. Umroh adalah ibadah agung, tetapi bukan pengganti haji.

Ilmu harus mendahului amal agar ibadah diterima.

Ingin Menjalani Umroh dengan Pemahaman yang Benar?

Banyak jamaah berangkat tanpa bekal ilmu sehingga keliru memahami ibadah yang dijalani.

Haastour membimbing jamaah tidak hanya secara teknis, tetapi juga pemahaman manasik sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.

Konsultasikan rencana Umroh kamu bersama Haastour sekarang.