Biaya paket umroh sering terlihat sederhana di awal. Satu angka. Satu penawaran. Namun dalam praktiknya, banyak jamaah baru menyadari ada pengeluaran tambahan setelah proses berjalan. Masalahnya bukan pada tambahan biaya itu sendiri, tetapi pada ketidakjelasan sejak awal. Dalam Islam, transaksi yang tidak transparan termasuk bentuk gharar dan harus dihindari.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Rasulullah melarang jual beli yang mengandung gharar.”
(HR. Muslim)
Karena itu, mengenali biaya tersembunyi dalam paket umroh adalah bentuk kehati-hatian agar ibadah tidak tercampur dengan muamalah yang bermasalah.
Biaya Administrasi dan Dokumen Tambahan
Banyak paket mencantumkan “visa termasuk”, tetapi tidak menjelaskan biaya pendukungnya. Contohnya biaya percepatan paspor, pembaruan data, atau administrasi tertentu yang baru muncul di tengah proses.
Jika sejak awal tidak dijelaskan secara rinci, jamaah sering terpaksa membayar karena waktu keberangkatan sudah dekat. Ini seharusnya dijelaskan sejak akad dilakukan.
Biaya Manasik di Luar Paket
Sebagian travel memisahkan biaya manasik dari harga paket utama. Jamaah baru mengetahui hal ini saat diminta membayar biaya tambahan untuk bimbingan, modul, atau konsumsi manasik.
Padahal manasik adalah bagian penting dari persiapan ibadah. Jika tidak termasuk, harus dijelaskan secara tegas sejak awal, bukan setelah pendaftaran.
Biaya Kelebihan Bagasi
Maskapai memiliki batas bagasi. Banyak jamaah membawa oleh-oleh atau perlengkapan berlebih saat pulang. Biaya kelebihan bagasi sering tidak diinformasikan di awal dan bisa cukup besar.
Travel yang amanah biasanya sudah memberi edukasi soal batas bagasi dan potensi biaya tambahan ini sebelum keberangkatan.
Biaya Transportasi Lokal di Luar Program
Tidak semua transportasi di Tanah Suci termasuk dalam paket. Ziarah tambahan, kunjungan di luar itinerary, atau transportasi pribadi sering dibebankan ke jamaah.
Jika itinerary tidak dijelaskan detail, jamaah mengira semua pergerakan sudah ditanggung, padahal tidak.
Biaya Upgrade Hotel atau Jarak ke Masjid
Istilah “hotel dekat Masjidil Haram” sering menyesatkan jika tanpa jarak yang jelas. Jamaah yang tidak kuat berjalan jauh akhirnya memilih upgrade hotel dengan biaya tambahan yang cukup besar.
Ini bukan kesalahan jika ditawarkan sebagai opsi. Namun menjadi masalah jika informasi awal tidak jujur dan tidak detail.
Biaya Asuransi Tambahan
Sebagian paket hanya menyertakan asuransi dasar. Perlindungan kesehatan tambahan, usia lansia, atau kondisi khusus sering dikenakan biaya ekstra yang tidak dijelaskan di awal.
Padahal asuransi perjalanan adalah kebutuhan penting, bukan sekadar pelengkap.
Biaya Kurs dan Fluktuasi Nilai Tukar
Ada paket yang menggunakan klausul “harga dapat berubah mengikuti kurs”. Jika ini tidak dijelaskan dengan jujur, jamaah bisa terkena penyesuaian harga mendadak.
Dalam Islam, harga harus jelas dan disepakati di awal akad. Ketidakjelasan ini berpotensi gharar.
Biaya Tips dan Layanan Lokal
Sebagian travel tidak memasukkan tips untuk muthawwif, sopir, atau petugas lokal. Jamaah baru mengetahui kewajiban ini setelah berada di Tanah Suci.
Jika memang menjadi kewajiban, seharusnya dijelaskan sejak awal agar jamaah siap secara mental dan finansial.
Mengapa Transparansi Biaya Itu Wajib
Islam sangat menekankan kejujuran dalam muamalah. Keberkahan ibadah tidak hanya ditentukan oleh niat, tetapi juga oleh cara mencapainya.
Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu.”
(QS. Al-Ma’idah: 1)
Akad yang dipenuhi adalah akad yang jelas, jujur, dan tidak merugikan salah satu pihak.
Kesimpulan
Biaya tersembunyi dalam paket umroh bukan selalu tanda penipuan, tetapi sering menjadi tanda kurangnya transparansi. Jamaah yang cerdas adalah jamaah yang bertanya detail sebelum mendaftar, bukan setelah berangkat.
Umroh yang tenang dimulai dari akad yang bersih.
Jika kamu ingin paket umroh dengan rincian biaya jelas, tanpa kejutan di tengah jalan, dan sesuai prinsip syariah,
konsultasikan rencana umrohmu bersama Haastour.
Haastour mengutamakan transparansi, kejelasan akad, dan pendampingan agar ibadahmu fokus pada Allah, bukan pada masalah biaya.
