Menyiapkan Dana Darurat Selama Perjalanan Umroh

Daftar Isi

Dana darurat sering diabaikan saat merencanakan umroh. Fokus jamaah biasanya hanya pada biaya paket. Padahal, perjalanan jauh lintas negara memiliki risiko yang tidak selalu bisa diprediksi. Menyiapkan dana darurat bukan bentuk kurang tawakal, tetapi bagian dari ikhtiar yang diajarkan Islam.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Ikatlah untamu, lalu bertawakallah.”
(HR. Tirmidzi)

Hadits ini menjadi landasan bahwa persiapan adalah kewajiban sebelum berserah diri.


Apa yang Dimaksud Dana Darurat Umroh

Dana darurat adalah dana cadangan di luar biaya paket dan uang belanja harian. Fungsinya untuk menghadapi kondisi tak terduga tanpa mengganggu ibadah dan tanpa menyusahkan orang lain.

Dana ini sebaiknya tidak direncanakan untuk dipakai, tetapi harus siap jika dibutuhkan.


Risiko yang Bisa Terjadi Selama Umroh

Beberapa kondisi yang sering membuat jamaah membutuhkan dana darurat antara lain:

  • Sakit dan membutuhkan pengobatan tambahan
  • Kehilangan barang penting
  • Perubahan jadwal penerbangan
  • Kelebihan bagasi mendadak
  • Kebutuhan transportasi tambahan

Risiko ini tidak selalu besar, tetapi bisa sangat mengganggu jika tidak diantisipasi.


Berapa Ideal Dana Darurat Umroh

Untuk jamaah umroh, dana darurat ideal berada di kisaran:

  • Rp3–5 juta per orang
  • Rp7–10 juta per keluarga

Angka ini cukup aman tanpa berlebihan. Dana ini tidak termasuk uang oleh-oleh atau belanja pribadi.


Bentuk Dana Darurat yang Disarankan

Dana darurat sebaiknya dibagi dalam beberapa bentuk:

  • Tunai secukupnya
  • Kartu debit internasional
  • E-wallet atau kartu pembayaran yang bisa digunakan di Arab Saudi

Pembagian ini mengurangi risiko jika salah satu akses bermasalah.


Pisahkan dari Dana Belanja Harian

Kesalahan umum jamaah adalah mencampur dana darurat dengan uang belanja. Akibatnya, dana darurat habis untuk hal yang tidak mendesak.

Simpan dana darurat di tempat terpisah dan jangan digunakan kecuali benar-benar perlu.


Peran Asuransi dalam Dana Darurat

Asuransi perjalanan dapat mengurangi beban dana darurat, terutama untuk risiko kesehatan. Namun asuransi bukan pengganti dana darurat, karena:

  • Tidak semua biaya bisa diklaim
  • Proses klaim membutuhkan waktu

Dana darurat tetap harus tersedia secara langsung.


Dana Darurat dan Ketenangan Ibadah

Jamaah yang memiliki dana darurat cenderung lebih tenang. Mereka tidak panik saat terjadi masalah kecil dan bisa tetap fokus beribadah.

Ketenangan ini adalah nikmat yang sering tidak disadari, tetapi sangat berpengaruh pada kualitas ibadah.


Kesimpulan

Menyiapkan dana darurat selama umroh adalah bentuk tanggung jawab dan kedewasaan dalam beribadah. Islam tidak mengajarkan nekat, tetapi kesiapan yang seimbang antara usaha dan tawakal.

Allah berfirman:

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi.”
(QS. Al-Anfal: 60)

Persiapan adalah bagian dari ibadah itu sendiri.

Jika kamu ingin dibantu menyusun perencanaan biaya umroh yang matang, termasuk dana darurat yang proporsional dan realistis,

konsultasikan rencana umrohmu bersama Haastour.
Haastour mendampingi jamaah dengan perencanaan jujur, transparan, dan fokus pada ketenangan ibadah sejak sebelum berangkat hingga kembali ke tanah air.