Mengetahui musim umroh paling ramai penting agar jamaah bisa bersiap secara fisik, mental, dan finansial. Jika tidak dipahami sejak awal, kepadatan jamaah bisa mengurangi kekhusyukan ibadah dan menimbulkan kesulitan yang sebenarnya bisa dihindari.
1. Bulan Ramadhan (Paling Padat)
Ramadhan adalah musim umroh paling ramai sepanjang tahun. Alasannya jelas dan berdalil.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Umroh di bulan Ramadhan setara dengan haji bersamaku.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dampaknya:
- Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sangat padat
- Thawaf dan sa’i membutuhkan waktu jauh lebih lama
- Hotel, visa, dan tiket paling mahal
- Fisik harus sangat kuat
Ramadhan cocok bagi jamaah yang siap bersabar, kuat fisik, dan ingin mengejar keutamaan besar, bukan untuk yang ingin umroh santai.
2. Bulan Syawal (Sangat Ramai)
Syawal adalah bulan favorit kedua setelah Ramadhan.
Alasannya:
- Jamaah ingin berangkat setelah Idul Fitri
- Banyak cuti bersama
- Cuaca relatif lebih bersahabat
Namun:
- Jamaah eks-Ramadhan masih membludak
- Harga masih tinggi
- Masjid tetap padat, meski tidak sepadat Ramadhan
3. Bulan Rabiul Awal
Rabiul Awal juga termasuk ramai karena:
- Momentum Maulid Nabi ﷺ
- Banyak jamaah ingin memperbanyak shalawat dan ziarah
- Cuaca mulai lebih sejuk
Kepadatan masih terasa, terutama di Madinah, meski lebih longgar dibanding Ramadhan dan Syawal.
4. Musim Liburan Sekolah (Juni–Agustus)
Ini ramai karena faktor non-ibadah:
- Libur panjang
- Umroh keluarga
- Umroh milenial dan first timer
Catatan penting:
- Cuaca sangat panas
- Jamaah lansia perlu ekstra perhatian
- Masjid padat di jam-jam utama
5. Bulan Rajab dan Sya’ban (Mulai Ramai)
Rajab dan Sya’ban adalah fase pemanasan menuju Ramadhan.
Biasanya:
- Jamaah mulai meningkat
- Harga mulai naik
- Masjid mulai padat, tapi masih terkendali
Banyak jamaah memilih bulan ini agar mendapat suasana Ramadhan tanpa kepadatan ekstrem.
Musim yang Relatif Lebih Sepi (Pembanding)
Sebagai perbandingan, bulan yang relatif lebih lengang:
- Safar
- Rabiul Akhir
- Jumadil Awal dan Akhir
Cocok untuk:
- Lansia
- Jamaah yang ingin fokus ibadah
- Yang menghindari desak-desakan
Kesimpulan Jujur
- Paling ramai: Ramadhan
- Sangat ramai: Syawal
- Ramai: Rabiul Awal, musim liburan
- Mulai ramai: Rajab–Sya’ban
Ramai atau sepi tidak menentukan pahala, yang menentukan adalah keikhlasan dan kesesuaian dengan sunnah.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.”
(HR. Muslim)
👉 Jika ingin menentukan waktu umroh terbaik sesuai kondisi fisik, usia, dan tujuan ibadah, konsultasikan secara jujur bersama Haastour agar tidak salah memilih musim dan tetap beribadah dengan tenang sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.
