Penjelasan Dam Saat Umroh

Daftar Isi

Dam dalam umroh adalah kewajiban denda yang ditetapkan syariat bagi jamaah yang melakukan pelanggaran tertentu. Dam bukan hukuman administratif, tetapi bentuk penebus pelanggaran ibadah. Menganggapnya sepele adalah kesalahan.


1. Apa itu dam?

Secara istilah:

Dam adalah penyembelihan hewan (umumnya kambing) di tanah haram sebagai konsekuensi melanggar ketentuan haji atau umroh.

📖 Dalil:

“Maka wajiblah membayar fidyah berupa puasa, sedekah, atau menyembelih hewan.”
(QS. Al-Baqarah: 196)

Ayat ini menjadi dasar utama kewajiban dam.


2. Kapan dam diwajibkan saat umroh?

Dam wajib jika jamaah:

  • Melewati miqat tanpa ihram
  • Melanggar larangan ihram tertentu
  • Meninggalkan kewajiban umroh
  • Melakukan pelanggaran dengan sengaja atau karena lalai

Catatan penting:
❗ Tidak semua kesalahan bisa ditebus dengan istighfar saja.


3. Jenis-jenis dam dalam umroh

Secara umum, dam dalam umroh terbagi menjadi dua kategori utama:


A. Dam tartib wa taqdir

(Dam dengan urutan dan ukuran tertentu)

Bentuknya:

  • Menyembelih 1 ekor kambing, ATAU
  • Jika tidak mampu:
    • Puasa 10 hari, ATAU
    • Memberi makan 6 orang miskin (menurut sebagian ulama)

Contoh pelanggaran:

  • Melewati miqat tanpa ihram
  • Melanggar larangan ihram dengan sengaja

B. Dam takhyir wa taqdir

(Dam pilihan dengan ukuran tertentu)

Jamaah boleh memilih:

  1. Menyembelih kambing
  2. Puasa 3 hari
  3. Bersedekah makanan kepada 6 fakir miskin

Contoh pelanggaran:

  • Memotong rambut atau kuku
  • Memakai wangi-wangian setelah ihram
  • Menutup kepala (laki-laki)

📖 Dalil:

“Barang siapa di antara kamu sakit atau ada gangguan di kepalanya, maka fidyahnya berpuasa atau bersedekah atau menyembelih hewan.”
(QS. Al-Baqarah: 196)


4. Di mana dam harus dilaksanakan?

  • Wajib di tanah haram (Makkah)
  • Dagingnya dibagikan kepada fakir miskin tanah haram
  • Tidak boleh dimakan sendiri

Menyembelih di luar tanah haram tidak sah untuk dam.


5. Waktu pelaksanaan dam

  • Bisa dilakukan selama berada di Makkah
  • Boleh juga diwakilkan
  • Tidak harus menunggu pulang

Yang penting:
✔️ Dilaksanakan
❌ Tidak ditunda tanpa uzur


6. Dam bukan pengganti taubat

Ini poin penting.

Dam:

  • Menggugurkan kewajiban fiqih
  • Tidak otomatis menghapus dosa

Taubat tetap wajib jika pelanggaran dilakukan dengan sengaja.

📖 QS. At-Tahrim: 8

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.”


7. Kesalahan umum tentang dam

❌ Mengira dam hanya untuk pelanggaran besar
❌ Menganggap dam sebagai “biaya tambahan”
❌ Tidak peduli karena “sudah niat umroh”

Semua ini keliru.


Kesimpulan Tegas

✔️ Dam adalah kewajiban syar’i
✔️ Tidak semua pelanggaran bisa ditebus dengan doa
✔️ Dam harus di tanah haram
✔️ Taubat tetap wajib

Memahami dam sejak awal menjaga ibadah dari cacat fiqih.


Jika ingin dibimbing umroh agar aman dari pelanggaran dan paham konsekuensi fiqihnya,
kamu bisa konsultasi dengan Haastour sebelum berangkat agar ibadahmu sah dan tenang.