Perbedaan Sholat di Indonesia Dengan Sholat di Tanah Suci

Daftar Isi

dijelaskan apa adanya, sesuai Qur’an dan Sunnah, tanpa dilebih-lebihkan dan tanpa keyakinan keliru.


1. Hukum dan Tata Cara Sholat

Tidak ada perbedaan hukum dan tata cara sholat.

  • Rukun sholat
  • Syarat sah
  • Bacaan
  • Gerakan

👉 Semuanya sama, baik di Indonesia maupun di Mekkah/Madinah.

📖 Dalil:

“Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat.”
(HR. Bukhari)

❗ Jika ada anggapan “sholat di Tanah Suci gerakannya beda”, itu keliru.


2. Nilai Pahala Sholat

Ini perbedaan paling utama.

Masjidil Haram (Mekkah)

  • 1 sholat = 100.000 kali lipat

📖 Hadits:

“Sholat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu sholat di masjid selainnya.”
(HR. Ahmad, shahih)

Masjid Nabawi (Madinah)

  • 1 sholat = 1.000 kali lipat

📖 Hadits:

“Sholat di masjidku ini lebih utama dari seribu sholat di masjid selainnya kecuali Masjidil Haram.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

➡️ Di Indonesia: pahala normal, tergantung keikhlasan dan kekhusyukan.


3. Konsentrasi dan Kekhusyukan

Bukan otomatis lebih khusyuk di Tanah Suci.

Fakta di lapangan:

  • Masjid sangat ramai
  • Berdesakan
  • Suara dan pergerakan jamaah

Sebagian orang:

  • Justru lebih khusyuk di masjid kampung
  • Karena lebih tenang dan tidak terdistraksi

📌 Kekhusyukan tidak tergantung tempat, tapi hati.


4. Shaf dan Jamaah

Di Tanah Suci:

  • Shaf sangat panjang dan rapat
  • Jamaah multinasional
  • Perbedaan kebiasaan (mazhab, budaya)

Di Indonesia:

  • Jamaah lebih homogen
  • Lebih tertib
  • Lebih mudah menjaga shaf

📖 Dalil tetap sama:

“Luruskan shaf, karena meluruskan shaf bagian dari kesempurnaan sholat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


5. Waktu Sholat

Waktu sholat mengikuti posisi matahari setempat.

Perbedaannya:

  • Jarak antar waktu sholat di Arab Saudi lebih pendek (terutama Maghrib–Isya)
  • Jamaah harus lebih sigap

Tidak ada perbedaan hukum, hanya perbedaan kondisi geografis.


6. Jamak dan Qashar

Di Tanah Suci:

  • Jamaah umroh boleh qashar (karena safar)
  • Jamak tidak dilakukan kecuali ada uzur syar’i
  • Di Masjidil Haram & Nabawi:
    • Imam tidak jamak
    • Jamaah mengikuti imam

❗ Banyak jamaah salah paham:
mengira umroh = boleh jamak seenaknya → ini tidak benar.

📖 Dalil:

“Sesungguhnya imam itu diangkat untuk diikuti.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


7. Keutamaan Hati-hati dari Keyakinan Salah

Yang harus dihindari:

  • Menganggap sholat di Tanah Suci pasti diterima
  • Meremehkan sholat setelah pulang ke Indonesia
  • Menganggap sholat di Indonesia “biasa saja”

📖 Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Ma’idah: 27)

➡️ Takwa dan ikhlas lebih menentukan daripada lokasi.


Kesimpulan Tegas

AspekIndonesiaTanah Suci
Tata caraSamaSama
HukumSamaSama
PahalaNormalBerlipat ganda
TantanganRinganRamai & padat
KekhusyukanBisa tinggiTidak otomatis

Penutup Nasihat

Jika sholatmu baik di Indonesia, insyaAllah akan lebih baik di Tanah Suci.
Jika sholatmu masih lalai di Indonesia, jangan berharap tempat suci otomatis memperbaikinya.

Yang Allah nilai bukan tempatmu berdiri, tapi hati saat berdiri di hadapan-Nya.