Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi ibadah besar yang menuntut persiapan menyeluruh: iman, ilmu, harta, dan mental. Tanpa persiapan yang benar, haji bisa sah secara fiqih namun kehilangan nilai keikhlasan dan kesempurnaan. Berikut persiapan sebelum melaksanakan ibadah haji yang sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.
1. Meluruskan Niat
Persiapan paling utama adalah niat yang ikhlas karena Allah, bukan karena gelar “haji”, status sosial, atau kebanggaan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Haji adalah ibadah yang mahal dan berat. Jika niat salah, maka lelahnya hanya menjadi perjalanan dunia.
2. Bertaubat dengan Taubat Nasuhah
Sebelum berangkat haji, bersihkan diri dari dosa:
- Menyesali dosa masa lalu
- Berhenti dari maksiat
- Bertekad tidak mengulanginya
Allah berfirman:
“Dan bertaubatlah kalian kepada Allah semuanya, wahai orang-orang yang beriman.”
(QS. An-Nur: 31)
Haji adalah ibadah suci. Tidak pantas seseorang mendatangi Baitullah dengan dosa yang belum disesali.
3. Melunasi Hutang dan Menyelesaikan Hak Manusia
Ini sangat penting dan sering diremehkan.
- Lunasi hutang yang mampu dibayar
- Minta izin kepada pemberi hutang
- Kembalikan amanah
- Minta maaf kepada orang yang pernah dizalimi
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jiwa seorang mukmin tergantung pada hutangnya hingga hutang itu dilunasi.”
(HR. Tirmidzi)
Haji tidak menggugurkan dosa yang berkaitan dengan hak manusia.
4. Memastikan Harta yang Digunakan Halal
Biaya haji harus dari harta yang halal. Haji dengan harta haram berbahaya bagi penerimaan ibadah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu Mahabaik dan tidak menerima kecuali yang baik.”
(HR. Muslim)
Haji dari hasil riba, penipuan, atau kezaliman terancam tidak diterima, walaupun manasiknya benar.
5. Mempelajari Ilmu Manasik Sesuai Sunnah
Tidak boleh berangkat haji dalam keadaan bodoh tentang manasik.
- Pelajari rukun, wajib, dan sunnah haji
- Pahami larangan ihram
- Ketahui mana sunnah dan mana bid’ah
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ambillah dariku tata cara manasik kalian.”
(HR. Muslim)
Banyak kesalahan haji terjadi karena ikut-ikutan tradisi, bukan dalil.
6. Persiapan Fisik dan Kesehatan
Haji adalah ibadah fisik:
- Banyak berjalan kaki
- Cuaca ekstrem
- Kerumunan besar
Persiapan yang perlu:
- Cek kesehatan
- Menjaga pola makan
- Melatih jalan kaki
- Membawa obat pribadi
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.”
(HR. Muslim)
7. Persiapan Mental dan Akhlak
Di tanah suci, ujian bukan hanya fisik, tapi emosi dan kesabaran:
- Antrian panjang
- Perbedaan budaya
- Desak-desakan
Allah berfirman:
“Barang siapa berhaji, maka jangan berkata kotor, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan.”
(QS. Al-Baqarah: 197)
Haji melatih akhlak, bukan hanya ritual.
8. Meminta Restu Orang Tua dan Keluarga
Ridha Allah berkaitan erat dengan ridha orang tua. Jangan berangkat haji dalam keadaan orang tua tersakiti atau tidak ridha.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ridha Allah tergantung ridha orang tua.”
(HR. Tirmidzi)
9. Memperbanyak Doa Sebelum Berangkat
Mintalah kepada Allah:
- Haji yang mabrur
- Kemudahan manasik
- Diterima amal
Doa adalah senjata orang beriman, apalagi menjelang ibadah besar.
Penutup
Persiapan haji yang benar bukan hanya koper dan dokumen, tetapi:
- Niat yang lurus
- Ilmu yang benar
- Harta yang halal
- Akhlak yang dijaga
Tanpa itu, haji berisiko lelah tanpa nilai mabrur.
Agar persiapan hajimu benar-benar sesuai sunnah dan terhindar dari kesalahan fatal,
konsultasikan persiapan ibadahmu bersama Haastour.
Haastour siap membimbing dari sisi manasik, fiqih, dan kesiapan ruhiyah agar hajimu bukan hanya sah, tetapi diterima oleh Allah ﷻ.
