Rukun Umroh Menurut 4 Madzhab

Daftar Isi

Rukun umroh adalah bagian pokok ibadah. Jika salah satu rukun ditinggalkan, umroh tidak sah, walaupun sudah membayar dam. Ini kesepakatan para ulama. Berikut penjelasan rukun umroh menurut empat madzhab fiqih secara ringkas, jujur, dan sesuai dalil.

📖 Dalil umum:

“Dan sempurnakanlah haji dan umroh karena Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 196)


1. Madzhab Hanafi

Menurut madzhab Hanafi, rukun umroh ada 2:

  1. Ihram
    • Niat masuk ibadah umroh
    • Tanpa ihram, seluruh amalan tidak bernilai ibadah
  2. Thawaf
    • Thawaf di Ka’bah sebanyak 7 putaran

Catatan:

  • Sa’i dan tahallul menurut Hanafi adalah wajib, bukan rukun
  • Jika ditinggalkan → umroh tetap sah, tetapi wajib dam

2. Madzhab Maliki

Menurut madzhab Maliki, rukun umroh ada 3:

  1. Ihram
  2. Thawaf
  3. Sa’i

Catatan:

  • Tahallul masuk dalam rangkaian wajib, bukan rukun
  • Jika sa’i ditinggalkan → umroh tidak sah

3. Madzhab Syafi’i

Menurut madzhab Syafi’i, rukun umroh ada 5:

  1. Ihram (niat)
  2. Thawaf
  3. Sa’i
  4. Tahallul
  5. Tertib (urutan)

Ini madzhab yang paling banyak diikuti di Indonesia.

Jika satu rukun ditinggalkan:
❌ Umroh tidak sah
❌ Tidak bisa ditebus dengan dam


4. Madzhab Hanbali

Menurut madzhab Hanbali, rukun umroh ada 4:

  1. Ihram
  2. Thawaf
  3. Sa’i
  4. Tahallul

Catatan:

  • Tertib disyaratkan dalam praktik, meski tidak selalu disebut terpisah

Tabel Ringkas Perbandingan

RukunHanafiMalikiSyafi’iHanbali
Ihram✔️✔️✔️✔️
Thawaf✔️✔️✔️✔️
Sa’i❌ (wajib)✔️✔️✔️
Tahallul❌ (wajib)✔️✔️
Tertib✔️(implisit)

Kesimpulan Tegas

✔️ Semua madzhab sepakat ihram dan thawaf adalah rukun
✔️ Perbedaan ada pada sa’i, tahallul, dan tertib
✔️ Di Indonesia, praktik umroh mengikuti madzhab Syafi’i
✔️ Aman jika mengikuti rukun versi Syafi’i agar keluar dari khilaf


Jika ingin dibimbing manasik umroh yang aman menurut madzhab Syafi’i dan tidak melanggar pendapat lain,
kamu bisa konsultasi dengan Haastour agar ibadahmu sah, tenang, dan tidak bermasalah secara fiqih.