Tips Menghindari Jetlag Saat Umroh

Tips Menghindari Jet Lag Saat Umroh
Daftar Isi

Perjalanan dari Indonesia ke Arab Saudi memerlukan waktu panjang dan melibatkan perbedaan zona waktu. Banyak jamaah mengalami jetlag pada 1–3 hari pertama setelah tiba. Kondisi ini membuat tubuh lemas, sulit tidur, dan konsentrasi menurun. Agar ibadah tetap optimal, penting memahami cara sederhana untuk meminimalkan jetlag selama perjalanan umroh.

1. Atur Pola Tidur Beberapa Hari Sebelum Berangkat

Jetlag biasanya terjadi karena ritme tidur yang berubah mendadak. Solusi paling efektif adalah mulai menyesuaikan jam tidur 2–3 hari sebelum keberangkatan. Tidur lebih awal atau bangun lebih awal membantu tubuh beradaptasi dengan zona waktu Saudi yang lebih lambat 4 jam dibanding Indonesia.

2. Istirahat yang Cukup di Malam Sebelum Keberangkatan

Hindari begadang karena persiapan koper. Kurang tidur membuat tubuh lebih mudah lelah saat di pesawat. Pastikan badan sudah dalam kondisi segar sehingga transisi waktu lebih mudah dijalani.

3. Minum Air yang Cukup untuk Mencegah Dehidrasi

Kabin pesawat memiliki kelembapan rendah. Jamaah sering merasa cepat kering dan lelah. Minum air secara berkala membantu tubuh tetap bugar. Batasi minuman berkafein atau bersoda karena dapat memperburuk jetlag.

4. Bergerak Ringan Selama di Pesawat

Perjalanan panjang membuat tubuh kaku dan peredaran darah melambat. Setiap beberapa jam, lakukan peregangan sederhana atau berjalan ke lorong belakang pesawat. Ini membantu tubuh terasa lebih segar saat mendarat.

5. Gunakan Waktu Tidur di Pesawat Secara Tepat

Atur waktu tidur di pesawat mengikuti jam Arab Saudi. Jika tiba di negaramu pada pagi hari, usahakan tidur di pesawat menjelang ketibaan. Jika tiba pada malam hari, kurangi tidur berlebihan di pesawat agar tubuh bisa langsung tidur saat sampai.

6. Hindari Terlalu Banyak Makan Berat di Pesawat

Makan berat dapat membuat tubuh tidak nyaman dan sulit beradaptasi dengan waktu baru. Pilih porsi yang cukup dan hindari konsumsi terlalu banyak karbohidrat. Tubuh yang ringan akan lebih mudah mengikuti ritme perjalanan.

7. Cahaya Matahari Membantu Mengatur Jam Biologis

Setelah tiba di Mekah atau Madinah, luangkan waktu 15–20 menit terkena cahaya matahari pagi. Sinar matahari membantu mengatur ulang ritme sirkadian tubuh. Cara ini efektif untuk mempercepat adaptasi zona waktu.

8. Hindari Tidur Panjang di Hari Pertama

Saat tiba di hotel, jamaah sering merasa sangat mengantuk. Tidur sebentar tidak masalah, tetapi hindari tidur terlalu lama. Tidur berjam-jam di siang hari membuat jetlag lebih parah. Lebih baik bergerak ringan dan tidur lebih awal pada malam hari Saudi.

Baca Juga : 10 Hal Penting yang Harus Disiapkan Sebelum Umroh

9. Konsumsi Makanan Sehat dan Ringan di Hari Pertama

Tubuh yang terbiasa dengan perbedaan waktu membutuhkan energi seimbang. Pilih makanan ringan, sup, kurma, buah, atau menu yang tidak terlalu berat. Hindari makan berlebihan karena akan memperburuk rasa lelah.

10. Kelola Aktivitas Ibadah dengan Bijak pada Hari Pertama

Jangan memaksakan diri menyelesaikan banyak aktivitas ibadah pada hari kedatangan. Mulai dengan ibadah wajib atau aktivitas ringan agar tubuh punya waktu adaptasi. Setelah kondisi stabil, barulah tingkatkan aktivitas ibadah.

11. Jaga Kualitas Tidur Selama di Tanah Suci

Gunakan masker mata atau earplug jika kamar cukup ramai. Tidur yang berkualitas mempercepat pemulihan dari jetlag. Hindari bermain ponsel terlalu lama sebelum tidur karena cahaya layar dapat mengganggu hormon tidur.

Kesimpulan

Jetlag bukan hal yang bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi dapat diminimalkan agar ibadah tetap nyaman. Dengan pola tidur teratur, hidrasi cukup, dan manajemen aktivitas yang bijak, jamaah dapat menjalani hari-hari awal di Tanah Suci dengan lebih bugar.

Ingin perjalanan umroh yang nyaman dari awal hingga akhir? Silakan konsultasikan kebutuhan perjalananmu langsung dengan Haastour.