Umroh bukan hanya impian generasi tua. Milenial juga layak menargetkan ibadah ini sejak dini. Masalahnya bukan di niat, tetapi di strategi. Banyak milenial merasa umroh itu berat karena gaji pas-pasan, cicilan berjalan, dan gaya hidup yang sulit dikendalikan. Padahal dengan cara yang benar, menabung umroh bisa dilakukan tanpa tekanan dan tanpa mengorbankan kebutuhan utama.
Kuncinya bukan besar kecil penghasilan, tetapi cara mengelolanya.
Luruskan Niat dan Tujuan Sejak Awal
Menabung umroh harus dimulai dari niat yang jelas. Bukan ikut tren, bukan sekadar konten media sosial, tapi karena ingin memenuhi panggilan Allah.
Niat yang lurus akan menjaga konsistensi saat semangat turun.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tentukan Target Waktu yang Realistis
Kesalahan umum milenial adalah ingin cepat tanpa perhitungan. Targetkan umroh 2–3 tahun, bukan 6 bulan jika kondisi belum memungkinkan.
Target realistis membuat tabungan terasa ringan dan berkelanjutan.
Pisahkan Rekening Khusus Umroh
Jangan mencampur tabungan umroh dengan rekening harian. Buat rekening khusus atau tabungan khusus umroh agar dana tidak terpakai tanpa sadar.
Apa yang terlihat akan lebih mudah dijaga.
Gunakan Sistem Auto-Debit
Menabung manual bergantung pada mood. Auto-debit membuat tabungan berjalan meski kamu lupa.
Sedikit tapi rutin jauh lebih efektif daripada besar tapi jarang.
Mulai dari Nominal Kecil tapi Konsisten
Tidak perlu malu menabung Rp10.000–Rp20.000 per hari. Dalam sebulan, nominal kecil bisa menjadi signifikan.
Allah menilai keistiqamahan, bukan angka semata.
Kurangi Gaya Hidup Konsumtif Tanpa Menyiksa Diri
Bukan berarti harus hidup sengsara. Cukup evaluasi pengeluaran yang tidak memberi nilai jangka panjang seperti nongkrong berlebihan, langganan aplikasi yang jarang dipakai, atau belanja impulsif.
Ganti kepuasan sesaat dengan tujuan ibadah jangka panjang.
Manfaatkan Bonus dan Penghasilan Tambahan
THR, bonus proyek, fee freelance, atau cashback bisa langsung dialokasikan ke tabungan umroh.
Jangan tunggu sisa. Dahulukan yang penting.
Hindari Skema Tidak Jelas dan Janji Murah Berlebihan
Milenial rentan tergiur harga murah tanpa legalitas. Pastikan travel resmi, berizin, dan transparan.
Menabung umroh bukan hanya soal uang, tapi juga keamanan ibadah.
Gabung Program Tabungan atau Cicilan Umroh yang Aman
Beberapa travel menyediakan program tabungan bertahap tanpa riba dan tanpa tekanan.
Pastikan skemanya jelas dan sesuai syariat.
Bangun Lingkungan yang Mendukung
Lingkungan sangat memengaruhi. Berteman dengan orang yang punya tujuan ibadah akan menjaga semangat menabung.
Iman menguat dalam komunitas yang benar.
Jangan Menunggu “Mapan” untuk Berangkat
Banyak orang menunda umroh karena menunggu mapan, padahal kemapanan tidak selalu datang lebih dulu.
Sering kali justru keberkahan datang setelah melangkah.
Tawakal Setelah Ikhtiar
Menabung adalah ikhtiar. Hasil akhirnya di tangan Allah. Banyak jamaah berangkat umroh dengan jalan yang tidak disangka-sangka.
Allah mencukupkan hamba yang bersungguh-sungguh.
Umroh untuk Milenial Itu Mungkin dan Masuk Akal
Dengan strategi yang tepat, umroh bukan mimpi mahal bagi milenial. Ia menjadi tujuan yang terukur dan tenang.
Yang berat adalah menunda, bukan menabung.
Ingin Mulai Nabung Umroh Tanpa Beban dan Tanpa Ribet?
Haastour menyediakan program konsultasi dan perencanaan umroh yang ramah milenial, transparan, dan sesuai syariat. Kamu dibantu menyusun rencana berangkat tanpa tekanan finansial.
Konsultasikan rencana Umrohmu bersama Haastour sekarang.
