Umroh di bulan Ramadhan memiliki keutamaan besar, tetapi juga tantangan fisik dan manajemen waktu. Jika tidak dipersiapkan dengan matang, ibadah bisa terasa berat dan kurang optimal.
1. Luruskan Niat dan Jangan Memaksakan Diri
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Datang ke Tanah Suci untuk ibadah, bukan untuk gengsi atau sekadar mengikuti tren Ramadhan. Jika kondisi fisik tidak kuat, jangan memaksakan thawaf atau sa’i di jam terpadat.
Allah berfirman:
“Janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan.”
(QS. Al-Baqarah: 195)
2. Pilih Waktu Manasik yang Strategis
Karena sedang puasa, energi terbatas. Waktu yang lebih efektif:
- Setelah Subuh
- Menjelang Maghrib (bisa langsung berbuka setelah selesai)
- Malam hari setelah Tarawih
Hindari siang hari terik kecuali fisik benar-benar siap.
3. Atur Pola Sahur dan Berbuka
Kesalahan umum jamaah:
- Sahur terlalu sedikit
- Kurang minum
- Berbuka berlebihan
Agar stabil:
- Sahur tinggi protein dan cukup karbohidrat kompleks
- Minum cukup antara Maghrib–Subuh
- Berbuka secukupnya agar tidak berat saat tarawih
Puasa tidak boleh sampai melemahkan ibadah utama.
4. Prioritaskan Ibadah Inti
Fokus pada:
- Shalat wajib berjamaah
- Shalat sunnah
- Tilawah Qur’an
- Dzikir
Kurangi aktivitas yang menguras waktu dan tenaga seperti belanja berlebihan atau aktivitas yang tidak mendukung kekhusyukan.
5. Gunakan Fasilitas Secukupnya
Banyak makanan berbuka tersedia gratis di Masjidil Haram. Ambil secukupnya, jangan berlebihan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Makanlah, minumlah, dan bersedekahlah tanpa berlebihan dan tanpa kesombongan.”
(HR. Ahmad)
6. Siapkan Fisik Sebelum Berangkat
Sebelum berangkat:
- Biasakan jalan kaki rutin
- Latih bangun malam
- Jaga pola makan
Umroh Ramadhan menuntut stamina lebih karena puasa, kepadatan jamaah, dan ibadah malam.
7. Pastikan Biaya Halal dan Tidak Memberatkan
Umroh Ramadhan sangat utama, tetapi bukan kewajiban. Jangan berhutang dengan sistem riba atau membebani keluarga demi berangkat di bulan puasa.
Allah berfirman:
“Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”
(QS. Al-Baqarah: 275)
Ibadah harus dibangun di atas cara yang halal.
Kesimpulan
Umroh saat Ramadhan akan lebih maksimal jika:
- Niat lurus.
- Waktu manasik diatur cerdas.
- Energi dikelola dengan baik.
- Fokus pada ibadah inti.
- Tidak berlebihan dalam konsumsi dan aktivitas.
- Biaya diperoleh dengan cara halal.
Jika ingin perencanaan lebih terstruktur agar tidak salah jadwal dan tidak boros tenaga, Anda bisa berkonsultasi dengan Haastour untuk menyesuaikan paket dan kebutuhan ibadah Anda.
