Umroh bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga kesempatan berada di dua kota suci yang dimuliakan Allah, Makkah dan Madinah. Banyak jamaah memanfaatkan waktu luang untuk berwisata, baik mengunjungi tempat bersejarah maupun aktivitas ringan di sekitar kota. Namun perlu dipahami, wisata di kota suci memiliki adab dan etika khusus agar tidak mengurangi nilai ibadah umroh itu sendiri.
Berwisata dibolehkan dalam Islam selama tidak melanggar syariat, tidak melalaikan ibadah, dan diniatkan sebagai sarana mengambil pelajaran, bukan sekadar hiburan.
Meluruskan Niat Saat Berwisata
Niat adalah pondasi utama. Wisata di kota suci seharusnya diniatkan untuk mengenal sejarah Islam, menambah rasa syukur, dan memperkuat iman. Jika niat berubah menjadi pamer, kesenangan berlebihan, atau mengejar konten semata, maka nilai ibadahnya hilang.
Rasulullah ﷺ menekankan bahwa setiap amal tergantung niatnya. Prinsip ini berlaku juga dalam aktivitas wisata selama umroh.
Mendahulukan Ibadah Wajib dan Sunnah
Wisata tidak boleh mengalahkan ibadah utama. Salat berjamaah, thawaf, sa’i, dan ibadah di masjid harus tetap menjadi prioritas. Mengatur waktu adalah kunci agar wisata tidak menjadi sebab lalai dari kewajiban.
Waktu terbaik untuk wisata biasanya setelah ibadah utama selesai dan kondisi fisik memungkinkan.
Menjaga Adab di Tempat Suci
Makkah dan Madinah bukan kota biasa. Adab harus dijaga, seperti tidak mengeraskan suara, tidak bercanda berlebihan, serta menjaga sikap dan ucapan. Masjid dan area sekitarnya harus diperlakukan dengan penuh hormat.
Allah berfirman bahwa siapa yang memuliakan syiar-syiar Allah, maka itu termasuk ketakwaan hati.
Berpakaian Sopan dan Sesuai Syariat
Berpakaian rapi, sopan, dan menutup aurat adalah kewajiban, terutama di area masjid dan tempat ziarah. Hindari pakaian mencolok, ketat, atau tidak pantas meskipun alasan wisata.
Berpakaian sesuai sunnah membantu menjaga suasana ibadah dan kehormatan diri.
Menghindari Perilaku yang Tidak Berdalil
Sebagian jamaah melakukan ritual tertentu di tempat wisata religi yang tidak memiliki dasar syariat, seperti mengusap batu, berdoa menghadap tempat tertentu, atau meyakini keberkahan lokasi tertentu.
Semua bentuk ibadah harus memiliki dalil. Tanpa dalil, amalan tersebut harus ditinggalkan meskipun dianggap baik oleh sebagian orang.
Menghormati Jamaah Lain dan Warga Lokal
Wisata di kota suci melibatkan banyak jamaah dari berbagai negara. Menjaga kesabaran, tidak saling menyakiti, dan menghormati perbedaan budaya adalah bagian dari akhlak Islam.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa seorang Muslim adalah yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.
Tidak Berlebihan dalam Dokumentasi
Mengambil foto atau video dibolehkan selama tidak mengganggu ibadah dan adab. Namun, berlebihan dalam dokumentasi hingga melalaikan dzikir dan salat adalah sikap yang keliru.
Kehadiran di Tanah Suci seharusnya lebih banyak diisi dengan amal, bukan layar ponsel.
Menjaga Kebersihan dan Ketertiban
Menjaga kebersihan adalah bagian dari iman. Jangan membuang sampah sembarangan, merusak fasilitas umum, atau mengganggu ketertiban.
Kota suci adalah tempat yang dijaga kesuciannya. Jamaah memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaganya.
Menjaga Kesehatan dan Keselamatan
Wisata selama umroh harus disesuaikan dengan kondisi fisik. Jangan memaksakan diri mengunjungi banyak tempat hingga kelelahan dan akhirnya mengganggu ibadah utama.
Islam tidak mengajarkan ibadah yang menyakiti diri sendiri.
Menjadikan Wisata sebagai Sarana Tadabbur
Wisata terbaik di kota suci adalah yang mengajak jamaah merenungi perjuangan Rasulullah ﷺ dan para sahabat. Tempat bersejarah seharusnya menguatkan iman, bukan sekadar menjadi latar foto.
Tadabbur adalah tujuan utama dari ziarah yang benar.
Kesalahan Umum Jamaah Saat Berwisata
Kesalahan yang sering terjadi antara lain berlebihan dalam bercanda, meremehkan adab masjid, dan mengikuti kebiasaan tanpa dalil. Semua ini dapat mengurangi pahala umroh tanpa disadari.
Ilmu dan bimbingan menjadi kunci agar jamaah terhindar dari kesalahan ini.
Agar Wisata Selama Umroh Tetap Bernilai Ibadah
Wisata yang bernilai ibadah adalah yang terikat dengan niat, adab, dan sunnah. Dengan pemahaman yang benar, wisata justru memperkaya pengalaman umroh, bukan merusaknya.
Ingin Umroh Nyaman, Tertib, dan Sesuai Sunnah?
Banyak jamaah ingin menikmati perjalanan umroh secara seimbang antara ibadah dan wisata, tetapi khawatir salah adab dan praktik.
Haastour mendampingi jamaah dengan bimbingan ibadah yang berdalil, pengaturan agenda yang tertib, dan pendampingan yang menenangkan.
Konsultasikan perjalanan Umroh bersama Haastour sekarang.
