Multazam adalah salah satu tempat paling dikenal oleh jamaah umroh sebagai lokasi mustajab untuk berdoa. Banyak jamaah menangis, memohon, dan berharap doa mereka dikabulkan saat berada di tempat ini. Namun keistimewaan Multazam perlu dipahami dengan benar agar tidak bercampur dengan keyakinan yang keliru.
Keutamaan suatu tempat tidak boleh dipisahkan dari tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.
Apa Itu Multazam
Multazam adalah area di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Lebarnya sekitar dua meter. Secara bahasa, Multazam berarti tempat melekat atau tempat menempel.
Para sahabat dan ulama terdahulu dikenal berdoa di area ini ketika memungkinkan, tanpa meyakini kewajiban khusus.
Dasar Keutamaan Multazam dalam Riwayat
Disebutkan dari Ibnu Abbas رضي الله عنه bahwa Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Beberapa sahabat diketahui berdoa di sana dengan menempelkan dada, wajah, dan tangan ke dinding Ka’bah.
Riwayat ini menjadi dasar bolehnya berdoa di Multazam, bukan kewajiban dan bukan ritual khusus yang harus dipaksakan.
Multazam Bukan Rukun atau Wajib Umroh
Berdoa di Multazam bukan rukun dan bukan wajib umroh. Umroh tetap sah tanpa menyentuh atau berdoa di Multazam.
Memaksakan diri hingga menyakiti orang lain demi Multazam adalah perbuatan yang bertentangan dengan adab ibadah.
Mengapa Multazam Dianggap Mustajab
Keutamaan Multazam bukan karena batunya, tetapi karena ia termasuk bagian dari Ka’bah yang dimuliakan Allah. Doa di tempat mulia dengan hati yang tunduk dan penuh harap lebih dekat untuk dikabulkan.
Namun mustajabnya doa tetap bergantung pada keikhlasan, adab, dan ketakwaan.
Adab Berdoa di Multazam
Berdoa dengan suara pelan. Tidak mendorong atau berdesakan. Tidak menyakiti jamaah lain. Tidak meyakini doa pasti terkabul hanya karena lokasi.
Adab lebih utama daripada lokasi.
Bolehkah Menempelkan Badan ke Ka’bah
Sebagian sahabat melakukannya dan sebagian tidak. Ulama menjelaskan bahwa hal tersebut boleh jika tidak menyakiti dan tidak diyakini sebagai ibadah khusus.
Jika kondisi padat, berdoa dari kejauhan tetap sah dan bernilai.
Doa Apa yang Dibaca di Multazam
Tidak ada doa khusus yang diwajibkan. Jamaah boleh berdoa dengan bahasa apa pun dan permintaan apa pun yang halal.
Doa terbaik adalah doa yang keluar dari hati, bukan hafalan tanpa makna.
Kesalahan Umum Jamaah di Multazam
Berteriak saat berdoa, menangis berlebihan hingga mengganggu orang lain, berdesakan keras, bahkan meyakini tidak sah umroh tanpa Multazam.
Semua ini tidak memiliki dasar dalam sunnah.
Multazam dan Prinsip Tauhid
Berdoa di Multazam tidak berarti meminta kepada Ka’bah. Doa tetap ditujukan hanya kepada Allah.
Ka’bah adalah arah ibadah, bukan objek ibadah.
Jika Tidak Bisa Sampai Multazam
Kondisi Masjidil Haram sering sangat padat. Jika tidak memungkinkan, berdoa di mana saja di Masjidil Haram tetap memiliki keutamaan besar.
Allah Maha Mendengar doa di mana pun hamba-Nya berada.
Hikmah Spiritual Berdoa di Multazam
Multazam mengajarkan kerendahan hati, harapan penuh, dan kepasrahan total kepada Allah. Bukan tempatnya yang utama, tetapi kondisi hati saat berdoa.
Hati yang khusyuk lebih berharga daripada posisi fisik.
Menjaga Akhlak Lebih Utama daripada Mengejar Lokasi
Tidak ada ibadah sunnah yang membolehkan menyakiti sesama muslim. Jika harus memilih, meninggalkan Multazam lebih utama daripada melanggar adab.
Akhlak adalah bagian dari ibadah.
Berdoa dengan Ilmu dan Tuntunan Sunnah
Pemahaman yang benar menjaga jamaah dari sikap berlebihan dan keyakinan tanpa dalil.
Ibadah yang lurus lahir dari ilmu yang lurus.
Ingin Umroh dengan Pemahaman Ibadah yang Benar?
Banyak jamaah hanya mengikuti kebiasaan tanpa mengetahui batasan syariat.
Haastour membimbing jamaah dengan manasik berbasis Al-Qur’an dan Sunnah, penjelasan adab ibadah, serta pendampingan agar setiap doa dan amal dilakukan dengan tenang dan benar.
Konsultasikan rencana Umroh kamu bersama Haastour sekarang.
