Makanan Khas yang Wajib Dicoba Ketika Umroh

Daftar Isi

1. Nasi Mandi

Ini adalah ikon kuliner Arab Saudi. Nasi mandi dimasak dengan kaldu daging kambing atau ayam, menggunakan rempah khas Timur Tengah yang harum namun tidak pedas. Biasanya disajikan dengan daging besar yang empuk.
➡️ Cocok untuk jamaah Indonesia karena rasanya gurih dan aman di perut.
➡️ Dianjurkan makan secukupnya agar tidak memberatkan badan sebelum ibadah.


2. Nasi Kabsa

Sekilas mirip nasi mandi, tetapi kabsa memiliki rasa lebih kuat dan aroma rempah lebih tajam. Biasanya disajikan dengan ayam panggang atau kambing.
📌 Kabsa sering dijadikan hidangan jamuan di Arab, menandakan kehormatan tamu.


3. Roti Khubz

Roti pipih khas Arab ini hampir selalu ada di setiap rumah makan. Biasanya dimakan bersama lauk, kari, atau hummus.
➡️ Praktis, ringan, dan cocok sebagai pengganjal lapar sebelum atau setelah sholat di Masjidil Haram atau Nabawi.


4. Hummus

Hummus adalah olahan kacang chickpea yang dihaluskan dengan minyak zaitun dan bawang putih.
➡️ Makanan ini sunnah secara makna karena berbahan sederhana dan sehat.
➡️ Baik untuk pencernaan jamaah yang sering berjalan jauh.


5. Falafel

Falafel adalah gorengan bola-bola kacang yang renyah di luar dan lembut di dalam. Biasanya dimakan dengan roti khubz.
📌 Cocok sebagai sarapan atau camilan ringan, tapi jangan berlebihan karena digoreng.


6. Shawarma

Mirip kebab, tapi versi Arab Saudi lebih sederhana dan tidak banyak saus. Daging dipanggang vertikal lalu dibungkus roti.
➡️ Pilih yang tidak berlebihan saus agar lebih sehat dan tidak mengganggu lambung.


7. Kurma Ajwa Madinah

Ini bukan sekadar makanan khas, tapi makanan yang dianjurkan Rasulullah ﷺ.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa makan tujuh butir kurma Ajwa di pagi hari, maka ia tidak akan terkena racun dan sihir pada hari itu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

📌 Kurma Ajwa paling utama dikonsumsi dan dibawa pulang.


8. Teh Arab dan Kopi Arab (Gahwa)

Teh Arab biasanya ringan dan hangat. Kopi Arab rasanya pahit dan tidak seperti kopi Indonesia, disajikan dengan kurma.
➡️ Minum secukupnya, jangan sampai berlebihan hingga mengganggu tidur dan ibadah malam.


Catatan penting agar tidak melanggar adab umroh

  1. Niat utama tetap ibadah, bukan wisata kuliner
  2. Jangan memburu makanan sampai melalaikan sholat berjamaah
  3. Hindari israf (berlebihan) dalam makan
  4. Pastikan halal dan bersih
  5. Jaga kesehatan agar ibadah optimal

Allah ﷻ berfirman:

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan.”
(QS. Al-A’raf: 31)


Kesimpulan

Mencoba makanan khas saat umroh boleh dan mubah, bahkan bisa menjadi sarana menjaga tenaga, selama tidak melalaikan ibadah dan tidak berlebihan. Pilih makanan yang sederhana, halal, dan menyehatkan agar fokus utama tetap pada taqarrub kepada Allah.

Jika ingin umroh yang nyaman, tertib, dan sesuai sunnah, termasuk rekomendasi kuliner yang aman untuk jamaah Indonesia,
konsultasikan perjalanan umrohmu bersama Haastour agar ibadahmu maksimal tanpa keluar dari tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.