Cara Mengatasi Menstruasi Ketika Umroh

Daftar Isi

Menstruasi saat umroh bukan aib dan bukan musibah, tapi kondisi syar’i yang punya aturan jelas. Masalah muncul ketika jamaah tidak paham fiqihnya lalu memaksakan ibadah. Berikut panduan jujur, tegas, dan sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.


1. Prinsip dasar yang wajib dipahami

Wanita haid atau nifas:

  • ❌ Tidak boleh thawaf
  • ❌ Tidak boleh shalat
  • ❌ Tidak boleh menyentuh mushaf
  • ✔️ Boleh dzikir, doa, talbiyah
  • ✔️ Boleh sa’i menurut jumhur ulama

📖 Dalil:

“Lakukanlah apa yang dilakukan oleh orang yang berhaji, kecuali thawaf di Ka’bah.”
(HR. Bukhari dan Muslim – hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha)


2. Jika haid datang sebelum ihram

Solusi:

  • Tetap ihram dari miqat
  • Lakukan semua manasik kecuali thawaf
  • Menunggu suci untuk thawaf

Catatan:
✔️ Ihram tetap sah
❌ Tidak boleh thawaf walaupun pakai pembalut


3. Jika haid datang setelah thawaf dan sa’i

Jika:

  • Thawaf dan sa’i sudah selesai
  • Haid datang sebelum tahallul

Maka:

  • Tetap boleh tahallul
  • Umroh sah dan selesai

Ini kondisi paling ringan.


4. Jika haid datang sebelum thawaf sama sekali

Ini yang paling sering membuat panik.

Solusi syar’i:

  • Menunggu hingga suci, lalu thawaf
  • Tidak ada jalan pintas
  • Tidak sah thawaf dalam keadaan haid

📖 Hadits:

“Thawaf di Baitullah adalah sholat.”
(HR. Tirmidzi – hasan)

Sholat saja tidak sah saat haid, maka thawaf pun tidak sah.


5. Bolehkah minum obat penunda haid?

Hukumnya:

  • Boleh jika:
    • Tidak membahayakan
    • Atas saran dokter
  • Tidak wajib
  • Tidak dianjurkan jika berisiko

Catatan penting:
❗ Jika darah tetap keluar walau minum obat, hukumnya tetap haid

Islam tidak memerintahkan membahayakan tubuh demi ibadah sunnah.

📖 Dalil:

“Janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan.”
(QS. Al-Baqarah: 195)


6. Kesalahan fatal yang sering terjadi

❌ Thawaf saat haid karena “tidak enak sama rombongan”
❌ Mengira pembalut membuat thawaf sah
❌ Menyembunyikan kondisi haid
❌ Memaksakan diri karena jadwal travel

Semua ini melanggar syariat dan berisiko umroh tidak sah.


7. Sikap hati yang benar

  • Tidak marah pada takdir
  • Tidak merasa “kurang iman”
  • Tidak iri pada jamaah lain

📖 Hadits:

“Sesungguhnya ini adalah ketetapan Allah atas anak-anak perempuan Adam.”
(HR. Bukhari)

Kesabaran dalam taat bernilai ibadah.


Kesimpulan Tegas

✔️ Haid tidak membatalkan niat umroh
✔️ Thawaf saat haid tidak sah
✔️ Menunggu suci adalah solusi syar’i
✔️ Jangan korbankan hukum Allah demi jadwal


Jika ingin dibimbing khusus fiqih wanita saat umroh agar tidak salah langkah,
kamu bisa konsultasi dengan Haastour supaya ibadahmu sah, tenang, dan tidak melanggar ketentuan Allah.