Umroh mabrur bukan diukur dari emosi, tangis, atau foto di depan Ka’bah, tetapi dari ketaatan sebelum, saat, dan setelah umroh. Berikut tips yang jujur, tegas, dan berdalil, agar umroh tidak berhenti sebagai perjalanan, tapi berubah menjadi ibadah yang diterima.
1. Luruskan niat sejak awal
Niatkan umroh:
- Karena Allah, bukan gengsi
- Bukan untuk konten, status sosial, atau pengakuan
📖 Hadits:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Niat rusak → amal ikut rusak.
2. Berangkat dengan harta yang halal
Ini pondasi.
- Pastikan biaya umroh halal
- Bebas riba, penipuan, dan hak orang lain
📖 Hadits:
“Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.”
(HR. Muslim)
Umroh dengan harta haram terancam tidak diterima pahalanya.
3. Pelajari fiqih umroh sebelum berangkat
Banyak umroh cacat karena:
- Salah niat
- Salah miqat
- Salah thawaf
📖 QS. At-Taubah: 122
“Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan untuk memperdalam ilmu agama?”
Ilmu mendahului amal.
4. Jaga adab dan akhlak selama umroh
Ciri umroh mabrur:
- Sabar saat desak-desakan
- Menjaga lisan
- Tidak menyakiti jamaah lain
📖 Hadits:
“Seorang Muslim adalah yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.”
(HR. Bukhari)
5. Hindari bid’ah dan perdebatan
- Jangan mengada-adakan doa
- Jangan memaksakan sunnah hingga melanggar adab
- Hindari jidal (debat)
📖 QS. Al-Baqarah: 197
“Tidak boleh rafats, fusuq, dan jidal.”
Ibadah yang benar lebih utama daripada ibadah yang ramai.
6. Perbanyak doa, bukan tuntutan
- Berdoalah dengan rendah hati
- Jangan memaksa Allah
- Sertakan doa untuk orang lain
📖 Hadits:
“Doa seorang Muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya mustajab.”
(HR. Muslim)
7. Jaga sholat berjamaah dan sunnah rawatib
- Jangan hanya fokus thawaf
- Sholat lima waktu lebih utama
📖 Hadits:
“Sholat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu sholat.”
(HR. Ahmad)
8. Rendah hati, jangan merasa sudah “lebih baik”
- Jangan merasa paling khusyuk
- Jangan meremehkan jamaah lain
📖 QS. An-Najm: 32
“Janganlah kamu menganggap dirimu suci.”
Kesombongan membunuh amal.
9. Setelah pulang, jaga perubahan
Ini indikator terkuat umroh mabrur:
- Sholat lebih terjaga
- Maksiat ditinggalkan
- Akhlak membaik
📖 Hadits:
“Umroh yang mabrur tidak ada balasan kecuali surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jika tidak ada perubahan, perlu muhasabah serius.
Kesimpulan Tegas
Umroh mabrur itu:
✔️ Niat lurus
✔️ Harta halal
✔️ Ilmu benar
✔️ Akhlak terjaga
✔️ Konsisten setelah pulang
Bukan:
❌ Tangis sesaat
❌ Foto religius
❌ Cerita spiritual berlebihan
Jika ingin dibimbing agar umroh fokus pada kemabruran, bukan sekadar perjalanan,
kamu bisa konsultasi dengan Haastour agar ibadahmu sah, tenang, dan berbekas sepanjang hidup.
