Salah satu persiapan teknis yang sering dianggap sepele oleh jamaah umroh dan haji adalah urusan penukaran uang. Padahal, kesalahan dalam menukar rupiah ke riyal Saudi bisa menyebabkan kerugian finansial, risiko keamanan, bahkan terjerumus dalam praktik yang tidak sesuai syariat. Banyak jamaah menukar tanpa memahami kurs, tidak memperhatikan legalitas tempat penukaran, atau membawa uang tunai secara berlebihan.
Artikel ini membahas secara menyeluruh: kapan waktu terbaik menukar uang, di mana tempat paling aman, strategi agar tidak rugi kurs, serta bagaimana memastikan transaksi tetap sesuai dengan prinsip muamalah dalam Islam.
1. Waktu Terbaik Menukar Rupiah ke Riyal
Nilai tukar riyal terhadap rupiah tidak selalu stabil. Ada beberapa faktor yang memengaruhi:
- Kebijakan ekonomi global
- Harga minyak dunia
- Kondisi ekonomi Indonesia
- Permintaan musiman (Ramadhan dan musim haji biasanya meningkatkan permintaan riyal)
Strategi Aman:
- Jangan menukar seluruh dana sekaligus jika kurs sedang tinggi.
- Pantau pergerakan kurs minimal 2–4 minggu sebelum keberangkatan.
- Tukar bertahap jika nominal besar.
- Hindari menukar mendadak di bandara karena kurs hampir selalu lebih mahal.
Bagi jamaah umroh, idealnya penukaran dilakukan 1–2 minggu sebelum keberangkatan agar tidak terburu-buru.
2. Tempat Penukaran yang Aman dan Menguntungkan
A. Bank Resmi
Keunggulan:
- Legal dan diawasi otoritas keuangan
- Risiko uang palsu sangat kecil
- Transaksi tercatat
Kekurangan:
- Kurs biasanya sedikit lebih tinggi dibanding money changer kompetitif
- Proses bisa lebih lama
Cocok untuk jamaah yang mengutamakan keamanan.
B. Money Changer Berizin Resmi
Keunggulan:
- Kurs sering lebih kompetitif
- Proses cepat
Pastikan:
- Memiliki izin resmi
- Memiliki lokasi tetap (bukan lapak sementara)
- Hitung ulang uang di depan petugas
Hindari money changer ilegal meskipun menawarkan kurs lebih murah, karena risiko penipuan dan uang palsu cukup besar.
C. Tukar di Bandara
Praktis, tetapi hampir selalu:
- Kurs lebih mahal
- Pilihan nominal terbatas
Sebaiknya hanya untuk kebutuhan sangat mendesak.
D. Tukar di Arab Saudi
Bisa dilakukan di:
- Bank resmi
- Exchange center terpercaya
- ATM (tarik tunai dengan kartu debit internasional)
Namun perhatikan:
- Biaya administrasi bank
- Potensi selisih kurs
- Keamanan saat membawa uang tunai
Idealnya, bawa sebagian dalam bentuk riyal dari Indonesia, sisanya cadangan di rekening.
3. Berapa Uang Riyal yang Ideal Dibawa?
Tergantung kebutuhan pribadi, tetapi secara umum:
- Konsumsi tambahan dan jajan: 50–100 SAR per hari
- Oleh-oleh sederhana: 500–1.500 SAR
- Cadangan darurat: 500 SAR
Untuk umroh 9 hari, rata-rata jamaah membawa 1.500–3.000 SAR sudah cukup, kecuali ingin belanja besar.
Jangan membawa terlalu banyak uang tunai karena:
- Risiko hilang
- Risiko pencopetan
- Beban saat mobilitas
Islam juga mengajarkan sikap pertengahan, tidak berlebihan dan tidak kikir (QS. Al-Furqan: 67).
4. Strategi Menghindari Kerugian Kurs
- Bandingkan kurs minimal di dua tempat.
- Tanyakan total yang diterima setelah potongan.
- Hindari transaksi tanpa bukti.
- Simpan struk penukaran.
- Gunakan pecahan kecil agar mudah transaksi di Saudi.
5. Tinjauan Syariat: Hukum Tukar Uang
Dalam fiqih, pertukaran mata uang termasuk dalam bab sharf (jual beli mata uang).
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Emas dengan emas, perak dengan perak… harus sama dan tunai. Jika berbeda jenis, maka jual belilah sesukamu selama tunai.” (HR. Muslim)
Karena rupiah dan riyal berbeda jenis, maka:
- Boleh berbeda nominal
- Wajib tunai (tidak boleh ditunda)
- Tidak boleh ada riba
- Tidak boleh spekulatif
Artinya:
✔ Tukar langsung serah terima
✔ Tidak ada sistem hutang
✔ Tidak ada penundaan serah terima
Yang perlu dihindari:
- Trading valas spekulatif untuk keuntungan riba
- Sistem leverage
- Margin trading berbunga
Jika tujuan menukar murni untuk kebutuhan perjalanan, hukumnya boleh dan halal.
6. Alternatif Modern: Kartu Debit & Cashless
Sebagian jamaah memilih:
- Menggunakan kartu debit internasional
- Menggunakan kartu multi-currency
Keunggulan:
- Lebih aman
- Tidak perlu membawa banyak tunai
Risiko:
- Biaya konversi bank
- Kurs bank kadang kurang kompetitif
Pastikan bank tidak menerapkan biaya berbasis bunga atau denda riba.
7. Kesalahan Umum Jamaah
- Menukar semua dana di bandara.
- Tidak menghitung ulang uang.
- Membawa uang dalam satu dompet.
- Tidak menyimpan cadangan di rekening.
- Terlalu fokus kurs murah tanpa memperhatikan keamanan.
8. Prinsip Aman dan Berkah
Tujuan utama ke tanah suci adalah ibadah, bukan transaksi finansial. Maka:
- Jangan sampai urusan kurs membuat stres.
- Jangan bersikap berlebihan dalam belanja.
- Gunakan uang dengan niat baik.
- Hindari pemborosan oleh-oleh yang tidak perlu.
Ibadah tidak dinilai dari banyaknya belanja, tetapi dari keikhlasan dan ketakwaan.
Kesimpulan
Menukar rupiah ke riyal bukan sekadar transaksi teknis. Ia menyangkut keamanan, efisiensi, dan kepatuhan terhadap syariat. Pilih tempat resmi, lakukan transaksi tunai, hindari spekulasi, dan bawa uang secukupnya. Gabungkan strategi finansial yang cerdas dengan niat ibadah yang lurus.
