Air zam-zam adalah air mulia, penuh keberkahan, dan dianjurkan untuk diminum serta dibawa pulang. Namun, cara mendapatkannya harus benar, tidak melanggar aturan, tidak merugikan jamaah lain, dan tidak keluar dari adab syariat. Berikut penjelasan apa adanya, mana yang dibolehkan dan mana yang harus dihindari.
1. Pahami dulu batasan syariat dan aturan resmi
Hal paling penting:
❌ Tidak boleh serakah
❌ Tidak boleh mengambil hak jamaah lain
❌ Tidak boleh melanggar aturan Masjidil Haram atau bandara
📖 Kaidah fiqih:
“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain.”
Mengambil air zam-zam berlebihan dengan cara melanggar aturan menghilangkan keberkahan, meskipun airnya tetap sah secara zat.
2. Minum dan niatkan dengan benar (yang paling utama)
Keutamaan air zam-zam bukan pada jumlah yang dibawa pulang, tapi pada:
- Niat saat meminumnya
- Doa yang dipanjatkan
📖 Hadits:
“Air zam-zam sesuai dengan niat orang yang meminumnya.”
(HR. Ibnu Majah – hasan)
Minumlah dengan adab:
- Menghadap kiblat
- Menyebut nama Allah
- Berdoa dengan sungguh-sungguh
Ini lebih utama daripada sibuk menimbun air.
3. Gunakan jalur resmi pembelian zam-zam kemasan
Cara paling aman dan dibenarkan untuk mendapatkan banyak air zam-zam adalah:
- Membeli air zam-zam kemasan resmi di Saudi
- Biasanya tersedia dalam kemasan 5 liter
- Dijual di tempat resmi atau difasilitasi travel
Keunggulannya:
- Legal
- Higienis
- Tidak menyulitkan di bandara
4. Manfaatkan jatah resmi maskapai (jika ada)
Sebagian maskapai:
- Memberi jatah zam-zam 5 liter per jamaah
- Diserahkan di bandara tujuan atau saat kedatangan
Ini bukan hak mutlak, tapi fasilitas tambahan. Jangan memaksa jika tidak tersedia.
5. Hindari cara-cara yang salah (ini penting)
❌ Mengisi botol besar dari dispenser masjid
❌ Menyelundupkan zam-zam ke koper
❌ Membayar orang untuk “menyelipkan” zam-zam
❌ Mengambil jatah orang lain
📖 Hadits:
“Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.”
(HR. Muslim)
Air zam-zam yang diperoleh dengan cara curang mengurangi keberkahan, meski secara fisik tetap zam-zam.
6. Prioritaskan orang tua dan yang membutuhkan
Jika ingin membawa banyak:
- Utamakan untuk orang tua
- Keluarga dekat
- Orang sakit yang berharap kesembuhan
Ini lebih dekat pada niat yang benar daripada sekadar oleh-oleh.
7. Jangan jadikan zam-zam sebagai komoditas bisnis
Menjual air zam-zam:
- Diperselisihkan ulama
- Berpotensi menghilangkan adab terhadap syiar Islam
Lebih aman: dibagikan dengan niat sedekah.
Kesimpulan Tegas
✔ Cara terbaik mendapatkan banyak air zam-zam:
- Minum dengan niat dan doa
- Membeli kemasan resmi
- Mengikuti aturan
❌ Cara yang harus ditinggalkan:
- Curang
- Melanggar aturan
- Mengganggu jamaah lain
📖 Prinsip penting:
Keberkahan lebih penting daripada kuantitas.
Jika ingin dibimbing umroh yang tertib, sesuai sunnah, dan tidak melanggar adab, termasuk soal zam-zam,
kamu bisa konsultasi dengan Haastour agar setiap langkah ibadahmu bernilai pahala, bukan masalah.
