Perlu ditegaskan sejak awal: diterima atau tidaknya ibadah adalah hak Allah sepenuhnya. Tidak ada manusia yang bisa memastikan. Namun Al-Qur’an dan Sunnah memberikan tanda-tanda peringatan agar seorang Muslim melakukan muhasabah. Berikut ciri-ciri yang mengkhawatirkan jika muncul sebelum, saat, atau setelah umroh.
1. Niat sejak awal tidak ikhlas
Jika umroh dilakukan karena:
- Ingin dipuji
- Mengejar status sosial
- Konten dan eksistensi
Maka ini ancaman serius.
📖 Dalil:
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ibadah yang bercampur riya’ menggerus pahala, bahkan bisa menghilangkannya.
2. Harta yang digunakan tidak halal
Ini salah satu penyebab terbesar ibadah tertolak.
Contoh:
- Uang riba
- Hasil penipuan
- Korupsi
- Manipulasi bisnis
📖 Hadits:
“Sesungguhnya Allah itu Mahabaik dan tidak menerima kecuali yang baik.”
(HR. Muslim)
Secara fiqih umroh bisa sah, tapi pahalanya terancam gugur.
3. Meremehkan sunnah dan mengikuti bid’ah
Jika seseorang:
- Mengamalkan ritual tanpa dalil
- Menganggap bid’ah sebagai “tradisi”
- Menolak sunnah karena dianggap merepotkan
📖 Hadits:
“Barang siapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan kami ini yang bukan darinya, maka tertolak.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
4. Ibadah dilakukan asal sah, tanpa adab
Tanda berbahaya:
- Mendorong jamaah lain
- Mengganggu ketertiban
- Mengambil hak orang lain
- Menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi
Ibadah yang merusak adab bisa kehilangan ruhnya.
5. Lisan dan akhlak tidak dijaga
Jika saat umroh:
- Mudah marah
- Mencela jamaah lain
- Bertengkar
- Menghina petugas
📖 Hadits:
“Haji dan umroh yang mabrur tidak ada balasan kecuali surga.”
(HR. Bukhari)
Kemabruran selalu ditandai akhlak yang terjaga, bukan sebaliknya.
6. Tidak ada perubahan setelah pulang
Ini bukan dalil pasti, tapi indikator kuat.
Jika setelah umroh:
- Sholat tetap lalai
- Maksiat terus berjalan
- Dosa dianggap biasa
- Ibadah tidak bertambah
Maka patut khawatir ibadah hanya berhenti di ritual.
📖 QS. Al-Ankabut: 45
“Sesungguhnya sholat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
7. Merasa paling suci setelah umroh
Tanda paling berbahaya:
- Merendahkan orang lain
- Merasa lebih dekat dengan Allah dibanding Muslim lain
- Merasa “aman” dari dosa
📖 QS. An-Najm: 32
“Janganlah kamu menganggap dirimu suci.”
Kesimpulan Tegas
Ciri ibadah yang terancam tidak diterima bukan pada:
- Kurangnya air mata
- Minimnya emosi
- Sedikitnya doa
Tapi pada:
- Niat
- Harta
- Sunnah
- Akhlak
- Dampak setelah ibadah
Sikap yang benar
Bukan berputus asa, tapi:
- Memperbaiki niat
- Banyak istighfar
- Memohon agar amal diterima
📖 Doa Nabi Ibrahim:
“Ya Rabb kami, terimalah dari kami.”
(QS. Al-Baqarah: 127)
Jika ingin dibimbing umroh yang lurus sejak niat, harta, hingga praktik ibadahnya,
kamu bisa konsultasi dengan Haastour agar perjalanan ke Baitullah menjadi sebab ampunan, bukan sekadar perjalanan fisik.
