Larangan dalam umroh bukan hal sepele. Banyak jamaah menganggapnya kecil karena “tidak sengaja” atau “tidak tahu”, padahal sebagian pelanggaran berdampak dosa dan wajib dam. Berikut larangan umroh yang paling sering dilanggar, dijelaskan apa adanya dan sesuai dalil.
1. Melewati miqat tanpa ihram
Ini pelanggaran paling umum.
Bentuk pelanggaran:
- Berniat umroh tapi baru ihram setelah tiba di Makkah
- Lupa niat di pesawat lalu mengabaikannya
Hukumnya:
- Umroh tetap sah
- Wajib dam (menyembelih kambing)
📖 Dalil:
“Mereka (miqat) itu untuk orang-orang yang hendak haji dan umroh.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
2. Melanggar larangan ihram
Saat ihram, ada larangan khusus yang sering diremehkan:
Untuk laki-laki:
- Memakai pakaian berjahit
- Menutup kepala dengan topi atau sorban
Untuk laki-laki dan perempuan:
- Memakai wangi-wangian setelah niat
- Memotong rambut atau kuku
- Berburu
- Berhubungan suami istri dan pendahuluannya
📖 QS. Al-Baqarah: 197
“Maka tidak boleh rafats, fusuq, dan jidal dalam haji.”
Sebagian pelanggaran mewajibkan dam, bukan sekadar istighfar.
3. Thawaf tanpa menutup aurat dengan sempurna
Kesalahan umum:
- Kain ihram terbuka
- Aurat tersingkap saat desak-desakan
- Pakaian perempuan tipis atau ketat
📖 Hadits:
“Allah tidak menerima sholat tanpa bersuci.”
(Qiyas: thawaf seperti sholat)
Aurat adalah syarat sah thawaf menurut jumhur ulama.
4. Berdesak-desakan hingga menyakiti jamaah lain
Sering terjadi di:
- Hajar Aswad
- Multazam
- Maqam Ibrahim
📖 Hadits:
“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain.”
(HR. Ibnu Majah)
Menyakiti Muslim lain lebih berat dosanya daripada meninggalkan sunnah.
5. Mengamalkan bid’ah dalam ibadah umroh
Contoh:
- Doa khusus setiap putaran thawaf
- Mengusap semua sudut Ka’bah
- Mengusap dinding Ka’bah dengan keyakinan khusus
- Sholat menghadap Ka’bah dari semua arah
📖 Hadits:
“Setiap bid’ah adalah sesat.”
(HR. Muslim)
Niat baik tidak membenarkan amalan tanpa dalil.
6. Meninggalkan kewajiban karena mengejar sunnah
Contoh:
- Mengejar Hajar Aswad tapi meninggalkan sholat berjamaah
- Sibuk foto hingga lalai dzikir
📖 Kaidah fiqih:
“Yang wajib tidak gugur karena yang sunnah.”
7. Berumroh dengan harta haram
Walaupun fiqihnya sah:
- Pahala terancam gugur
- Ibadah kehilangan keberkahan
📖 Hadits:
“Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.”
(HR. Muslim)
8. Menganggap remeh larangan karena “sudah bayar mahal”
Ini penyakit hati.
Ibadah tidak diukur dari:
- Biaya
- Fasilitas
- Status jamaah
Tapi dari:
- Ketaatan
- Ketundukan
- Adab
📖 QS. Al-Hajj: 32
“Barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka itu dari ketakwaan hati.”
Kesimpulan Tegas
Larangan umroh yang sering dilanggar:
- Miqat
- Ihram
- Aurat
- Adab
- Sunnah vs bid’ah
- Hak sesama Muslim
Semua ini tidak bisa ditutup dengan alasan ketidaktahuan jika sebenarnya bisa dipelajari.
Jika ingin dibimbing umroh yang aman dari pelanggaran dan sesuai sunnah,
kamu bisa konsultasi dengan Haastour agar ibadahmu tidak tercoreng oleh kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari.
