Ini bukan sekadar pilihan emosional, tapi persoalan fiqih prioritas dan adab birrul walidain. Jika salah niat dan urutan, bisa berubah dari ibadah menjadi masalah. Berikut penjelasan jujur dan berdalil.
1. Hukum umroh untuk diri sendiri
Umroh untuk diri sendiri:
- Wajib sekali seumur hidup menurut madzhab Syafi’i dan Hanbali
- Sunnah muakkadah menurut Hanafi dan Maliki
Artinya:
➡️ Kewajiban pribadi tidak gugur walau mengumrohkan orang lain
📖 Dalil:
“Dan sempurnakanlah haji dan umroh karena Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 196)
2. Bolehkah mengumrohkan orang tua sebelum diri sendiri?
Jawaban tegas: tidak boleh melakukan badal umroh sebelum umroh untuk diri sendiri.
📖 Hadits:
Seorang sahabat berkata, “Aku berhaji untuk Syubrumah.”
Nabi ﷺ bersabda:
“Apakah engkau sudah berhaji untuk dirimu?”
Ia menjawab: “Belum.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Berhajilah untuk dirimu, kemudian untuk Syubrumah.”
(HR. Abu Dawud)
Qiyasnya berlaku pada umroh.
3. Kapan mengumrohkan orang tua dibolehkan?
Boleh dan berpahala besar jika:
✔️ Kamu sudah umroh untuk diri sendiri
✔️ Orang tua sudah wafat, atau
✔️ Orang tua hidup tapi tidak mampu permanen (sakit menahun, lanjut usia)
📖 Hadits:
“Berhajilah untuk ayahmu.”
(HR. Bukhari)
Ini bentuk birrul walidain yang agung.
4. Jika orang tua masih hidup dan mampu
Maka yang lebih utama:
✔️ Membantu biaya agar orang tua umroh sendiri
✔️ Mendampingi mereka
❌ Bukan menggantikan tanpa uzur
Karena ibadah lebih sempurna jika dikerjakan sendiri.
5. Kesalahan niat yang sering terjadi
❌ Mengorbankan kewajiban diri demi terlihat berbakti
❌ Badal umroh padahal belum umroh sendiri
❌ Menganggap pahala anak otomatis menutup kewajiban pribadi
Islam tidak mengajarkan bakti dengan melanggar urutan syariat.
Urutan yang paling aman secara syariat
1️⃣ Umroh untuk diri sendiri
2️⃣ Membantu orang tua umroh
3️⃣ Jika tidak mampu, lakukan badal umroh untuk mereka
Ini urutan yang keluar dari khilaf dan paling selamat.
Kesimpulan Tegas
- Umroh diri sendiri tidak boleh ditinggalkan
- Badal umroh harus setelah umroh pribadi
- Berbakti pada orang tua tidak boleh melanggar syariat
- Membantu orang tua berangkat sendiri lebih utama
Jika ingin dibantu menentukan strategi terbaik: umroh sendiri, mendampingi orang tua, atau badal umroh sesuai kondisi,
kamu bisa konsultasi dengan Haastour agar niat bakti berubah menjadi pahala yang sah dan maksimal.
